Meski Gaji Naik, Hindari Kenaikan Standar Hidup

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2016 06:55 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 29 320 1300276 meski-gaji-naik-hindari-kenaikan-standar-hidup-Xm8Kj5DmuY.gif Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Awal tahun ini, beberapa perusahaan menetapkan kenaikan gaji bagi karyawannya. Apalagi, upah minimum provinsi (UMP) juga mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Namun, jangan sampai kita terjebak dengan kenaikan gaji tersebut. Pasalnya, banyak orang yang tidak mampu mengontrol pengeluarannya melihat uang yang dimiliki bertambah.

Perencana keuangan, Freddy Pieloor, mengatakan, memastikan pengeluaran menjadi sesuatu yang sangat penting sebelum berbelanja. Meski gaji naik, namun dirinya menyarankan untuk tetap mengencangkan ikat pinggang dan hidup prihatin layaknya tahun kemarin.

"Tetap harus hidup prihatin seperti sebelumnya, jangan berlebihan," kata dia saat dihubungi Okezone di Jakarta.

Dia menyarankan, bila tiba-tiba terjadi penurunan harga pada beberapa kebutuhan, maka Anda harus tetap berhemat meski ada kelebihan dana. Hal ini untuk antisipasi bila sewaktu-waktu harga kembali naik.

Selain itu, Freddy juga menyarakan untuk selalu menyisihkan 10-20 persen dari penghasilan untuk investasi. Kemudian. 80-90 persen lainnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

"Itu harus cukup sampai bulan selanjutnya, jangan sampai kebutuhan jadi berlebihan," saran Freddy.

Bila seandainya ada kenaikan gaji yang membuat anggaran yang cukup longgar, Freddy tetap menyarankan kenaikan tersebut harus tetap disisihkan dan ditabung. Maka setiap bulan jumlah tabungan Anda akan semakin membesar.

"Jangan sampai kenaikan gaji yang diperoleh turut ikut naikkan standar hidup kita, agar tetap punya tabungan," pungkasnya.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini