Image

Indocement Banding, Warga Optimistis Menang Lagi

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2016 13:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 02 03 320 1303709 indocement-banding-warga-optimistis-menang-lagi-FFhOaG00ch.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


PATI - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk optimistis tetap bisa membangun pabrik semen di Kecamatan Tambakromo dan Kayen, Kabupaten Pati. Indocement yakin rencana pembangunan pabrik semen di Pati dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun ini tetap dapat berjalan seiring langkah upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya.

Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kartawijaya mengatakan optimisme itu beralasan sebab seluruh persyaratan terkait pembangunan pabrik semen telah dilalui. Pihaknya butuh waktu sekitar sembilan tahun untuk meneliti satu persatu tahapan maupun perizinan yang dipersyaratkan regulasi. “Komitmen kita tetap sama hingga kini, rencana pembangunan pabrik semen di Pati akan tetap berjalan melalui anak perusahaan PT SMS,” kata Christian kemarin.

Rencana pembangunan pabrik semen PT Indocement terganjal seiring putusan majelis hakim PTUN Semarang yang membatalkan yang membatalkan Surat Keputusan (SK) Bupati Pati terkait izin pembangunan pabrik semen dan penambangan batu gamping untuk PT SMS. Keputusan majelis hakim itu sekaligus mengabulkan gugatan yang dilayangkan warga Pati.

Terkait putusan itu, pihaknya pun menempuh upaya hukum lanjutan yakni mengajukan banding ke PTTUN Surabaya. Pihaknya sudah menunjuk pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra dari Ihza & Ihza Law Firm serta advokat dari kantor pengacara Abdul Hakim Garuda, Harman & Partners untuk menangani perkara banding tersebut. “Kita tunggu saja hasilnya. Yang pasti lokasi tambang kita juga sudah dipastikan seluruhnya di luar kawasan bentang alam karst Sukolilo. Itu berdasar SK Menteri ESDM No 2641 Tahun 2014,” ujar Christian.

Salah seorang warga Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati Jasmo yakin majelis hakim PTTUN Surabaya akan menolak banding yang diajukan PT Indocement melalui kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, majelis hakim pasti akan mempertimbangkan data adanya mayoritas warga yang menolak keberadaan pabrik semen itu. “Kami hingga kini tetap kompak. Dan kami yakin menang lagi,” ucapnya.

Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) Gunretno tak mempermasalahkan upaya hukum yang ditempuh PT Indocement. Langkah itu dinilainya memang dijamin undang-undang yang berlaku di negeri ini. “Monggo-monggo saja. Itu hak mereka. Saya yakin hakim di Surabaya paham tentang lingkungan,” ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini