4. Apabila digunakan pondasi setempat, fondasi-fondasi tersebut harus dirangkaikan satu dan lainnya dengn balok pengikat (balok sloof kopel).
5. Pondasi harus dibuat dari bahan yanga awet berada di dalam tanah dan kuat menahan gaya-gaya yang bekerja padanya, terutama gaya desak.
6. Apabila lapisan tanah keras tidak sama dalamnya, tapi untuk seluruh panjang pondasi dasarnya harus tetap diletakkan pada kedalaman yang sama.
Adapun jenis fondasi yang kerap digunakan pada bangunan rumah sebagai berikut:
Pondasi Umpak dipakai untuk bangunan sederhana yang umumnya dibuat dari rangka kayu dengan dinding dari papan atau anyaman bambu. Bahan-bahan yang biasa digunakan antara lain: pasangan bata yang disusun bertangga, pasangan batu kali, cor beton tidak bertulang, dan batu alam yang dibentuk menjadi umpak.
Pondasi Umpak (source: Buku Konstruksi Bangunan Gedung Tidak Bertingkat)