nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Microsoft, IBM dan Cisco Bahas Ini di Depan Presiden Jokowi

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2016 10:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 02 16 320 1313179 bos-microsoft-ibm-dan-cisco-bahas-ini-di-depan-presiden-jokowi-FGmocoBEXG.jpg Presiden Joko Widodo (Foto : Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sesi II Reatreat I ASEAN-US Summit berdialog langsung dengan tiga CEO perusahaan di sektor IT. Sesi ini dilaksanakan di Interactive Gallery, Sunnylands Center & Gardens, California, AS pada hari Senin, 15 Februari 2016 waktu setempat.

Dalam keterangan tertulis Tim Komunikasi Presiden, Selasa (16/2/2016), ketiga CEO yang hadir itu adalah CEO Microsoft Satya Nadella, CEO IBM Ginni Rometty dan CEO Cisco Chuck Robbins. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, ketiga CEO tersebut memberikan pandangan terhadap isu inovasi dan entrepreneurship.

Pandangan dari tiga CEO tersebut, tutur Menlu Retno Marsudi antara lain menekankan pentingnya penggunaan teknologi untuk melakukan lompatan bagi pemerintah sehingga dapat melayani masyarakat dengan lebih baik serta dapat meningkatkan perekonomian.

Untuk itu, dalam pandangan tiga CEO ditekankan arti penting kemitraan antara pemerintah dengan swasta dalam bentuk public private partnership. Selain itu, para CEO memandang penting regulatory environment.

Terhadap apa yang disampaikan oleh tiga CEO tersebut, Presiden Obama secara khusus memberikan pandangan yang diambil dari pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa teknologi harus dapat memberdayakan UMKM dan dapat mempersempit gap pembangunan.

Selama ini, Indonesia dinilai memiliki potensi yang besar di bidang ekonomi digital. Pada tahun 2014, tercatat transaksi e-commerce Indonesia mencapai USD12 miliar. Ini berarti Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2013 yang berada pada posisi USD8 miliar. Diprediksi mencapai USD24.6 miliar pada tahun 2016.

Indonesia memiliki aset untuk mendongkrak industri digital. Antara lain jumlah kelas menengah yang terus meningkat, akses yang lebih besar terhadap teknologi, termasuk smartphone serta populasi pemuda yang sangat progresif. Ratusan start-up tumbuh dalam beberapa tahun terakhir dan terus berkembang.

Indonesia juga telah meluncurkan roadmap e-commerce Nasional dengan nilai USD130 miliar dan menciptakan 1.000 tecnopreneurs dengan nilai bisnis USD10 miliar pada tahun 2020. Ini adalah langkah langkah besar untuk mendorong inovasi teknologi sehingga bermanfaat bagi rakyat.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini