Rencana Menteri Susi Larang Ekspor Rumput Laut Dinilai Tak Bijak

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2016 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 17 320 1314509 rencana-menteri-susi-larang-ekspor-rumput-laut-dinilai-tak-bijak-tgEr8yUNn8.jpg Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menolak wacana Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk pelarangan ekspor bertahap bagi komoditas rumput laut.

Ketua Umum ARLI Safari Aziz mengatakan, penolakan larangan ekspor bertahap dikarenakan produksi rumput laut setiap tahunya selalu meningkat, sedangkan serapan industri dalam negeri masih sangat rendah sebesar jika dilakukan pelarangan ekspor.

Data KKP produksi rumput laut Indonesia pada 2015 mencapai 10.335.000 ton basah atau jika sudah di koversi menjadi 1.033.500. Serapan industri dalam terhadap rumput laut dinilai masih sangat rendah, yakni mencapai 87.429 ton kering dengan produksi hingga 1.033.500 ton kering. Artinya, masih banyak sisa produksi. Jika pemerintah melarang ekspor bertahap, mau dikemanakan hasil produksi ini.

"Kami menolak rencana Menteri Susi dalam program hilirisasi yang melarang ekspor rumput laut secara bertahap dengan alasan supaya industri berkembang. Jadi bukannya diatur tata kelola produksi malah dilarang," papar Aziz di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Dirinya mengatakan, dalam perjalanannya, selama ini hasil ekspor rumput laut mampu mengurangi tingkat kemiskinan khusus daerah pesisir. "Masyarakat pesisir tidak lagi ekspor jenis ikan atau udang, sekarang petani ekspor rumput laut,"papaprnya.

Food and Argriculture (FOA) pun mengakui dengan dikembangkannya rumput laut, ini menjadi solusi mengatasi kemiskinan dan membangun perekonomian di pesisir.

"Jadi kami minta pemerintah memberikan kebijakan yang bijak jika ingin ambil keputusan atau program perhatikanlah dampak di sektor hulu dan hilir ke depannya," paparnya.

Selain mendukung hilirisasi, kata Safari, pihaknya mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam penguatan dan penumbuhan industri olahan rumput laut nasional. Namun, pihaknya juga mendukung pemanfaatan peluang pasar luar negeri, dengan melakukan pemenuhan bahan baku yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan industri yang dituju.

"Kita harapkan pemerintah bisa mengambil langkah-langkah yang strategis agar pengembangan komoditas rumput laut bisa optimal baik dari sisi industri pengolahannya hingga ke perdagangannya agar bisa berpihak pada petani dan pemangku kepentingan lainnya dari hulu hingga hilir," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini