ARLI Siap Ekspor Rumput Laut hingga ke Bulan

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2016 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 17 320 1314737 arli-siap-ekpor-rumput-laut-hingga-ke-bulan-lDLm7MPT7v.jpg Ilustrasi Rumput Laut. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mewacanakan pelarangan ekspor rumput laut secara berkala. Hal ini guna memperkuat hilirisasi industri rumput laut nasional. Wacana tersebut pun ditentang, Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) dan dianggap sebagai kebijakan yang tak masuk akal.

Ketua ARLI Safari Azis mengatakan, jika pemerintah mampu menyediakan pasar pemanfaatan produksi rumput laut yang saat ini berlimpah, silahkan saja kebijakan pelarangan ekspor rumput laut diberlakukan.

Kenyataannya, serapan industri dalam negeri terhadap hasil rumput laut masih sangat rendah, yakni hanya mencapai 87.429 ton kering dengan produksi hingga 1.033.500 ton kering.

"Artinya apa, selama market tidak ada mau dikemanakan hasil petani rumput laut kita. Bisa-bisa mereka tidak lagi mau membudidayakan rumut laut ini,"ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Menurutnya, saat ini pasar penerima ekspor rumput laut terbesar dilakukan oleh China. Sudah ekspor pun, tetap saja produksi kita terus berlimbah dan masih ada sisa yang banyak.

"Jadi andaikata Bulan membutuhkan rumput laut. kami siap ekspor hingga ke sana. Jadi janganlah melakukan pelarangan ekspor, karena serapan industri kita saja masih kecil,"ujarnya.

Dirinya menambahkan, jika pun pemerintah tetap ingin merealisasikan wacana pelarangan ekspor rumput laut secara bertahap, ARLI minta pemerintah kembangkan budi daya rumput laut yang ada saat ini.

"Sekarang luas lahan budi daya kita baru 30 persen di Indonesia. Jika pemerintah mau kembangkan dulu ini. Sambil berjalan, pemerintah bisa kembangkan 70 persen lahan budi daya sisanya dan sudah cukup untuk memperkuat hilirisasi nantinya," terangnnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini