Image

Di Amerika, Tax Amnesty Berhasil Bawa Balik Uang dari Bank Swiss

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 04 Maret 2016, 05:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 03 03 20 1327106 di-amerika-tax-amnesty-berhasil-bawa-balik-uang-dari-bank-swiss-4gVD4djyNw.jpg Ilustrasi pajak. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini masih menunda penerapan pengampunan pajak alias tax amnesty. Padahal, Indonesia harus memiliki basis data yang sistematis dan memiliki jangkauan berskala global.

Majalah Inside Tax menilai, Indonesia sebagai salah satu negara anggota G20 harus menunjukkan komitmennya dengan mengadaptasi sistem Standard Automatic Exchange of Financial Account Information in Tax Matters yang mulai berlaku di 2017- 2018.

"Sebelumnya Amerika Serikat (AS) melalui otoritas pajaknya Internal Revenue Service (IRS) telah menerapkan sistem pertukaran informasi digital yang berada di bawah naungan Foreign Account Tax Compliance (FATCA)," tulis Inside Tax dalam laporannya.

"FATCA mengharuskan otoritas keuangan atau perbankan negara lain melaporkan informasi transaksi keuangan pada rekening milik warga negara AS yang berada di negara lain," tambah laporan tersebut.

Adapun transaksi keuangan yang dimaksud, berupa pemasukan sebesar 30 persen dari bunga atau dividen yang bersumber dari AS. Melalui program ini, diketahui banyak WP AS yang menyembunyikan uangnya di negara Swiss.

"Semenjak itu lebih dari 50.000 WP berpartisipasi dalam limited-amnesty program26 dan telah membayar lebih dari USD7 miliar yang berkaitan dengan aset luar negeri yang tidak dilaporkan," jelas Inside Tax.

"Hal ini menunjukkan bahwa Limited amnesty program di AS efektif dalam menghimpun basis data, bahkan penerimaan negara pun turut bertambah," tulis laporan tersebut.

Oleh karena itu, merujuk pada data tersebut, kebijakan tax amnesty yang akan diterapkan oleh Indonesia berpotensi dapat menghimpun data yang cukup besar. Apalagi cakupan kebijakan limited amnesty program di AS hanya terbatas pada aset yang disimpan di luar negeri saja.

"Sedangkan di Indonesia kebijakan tax amnesty akan diberlakukan tidak hanya untuk aset di luar negeri, tetapi juga aset di dalam negeri yang belum dilaporkan. Sedangkan penerimaan yang masuk ke negara merupakan implikasi logis atas pelaksanaan kebijakan tax amnesty," jelas laporan itu.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini