Siap-Siap, Cek Saldo Lebih dari 8 Kali Dikenakan Biaya!

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2016 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 03 320 1327149 siap-siap-cek-saldo-lebih-dari-8-kali-dikenakan-biaya-Vgi1BW7fu2.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana mengenakan beban biaya kepada nasabah jika melakukan pengecekan saldo di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lebih dari delapan kali per hari. Pasalnya, banyak nasabah yang hanya melakukan pengecekan saldo tetapi tidak memberikan final transaction, melainkan memberikan beban biaya kepada BCA.

"Internet banking, m-banking, SMS banking free semua. Kalau ATM misalnya 5 sampai 7 kali saya kira masih free. Tapi lebih dari itu (dikenakan biaya). Kita bukan enggak mau orang cek saldo, tapi yang enggak perlu kaya ngecek kiriman uang itu jam 12.00 ngecek, jam 15.00 ngecek lagi. Kan enggak perlu, tunggu saja besok liat lagi. Itu yang kita mau hindarkan," tegas Jahja di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (3/3/2016),

"Dalam sebulan, cek saldo lima kali cukup lah. Karena itu setiap kali lakukan transaksi biaya buat kita," sambung Jahja.

Jahja menjelaskan, BCA memberi gambaran bahwa kebiasaan nasabah melakukan pengecekan saldo di ATM bisa 10 kali sebulan, bahkan ada nasabah yang lebih dari itu.

"Kita belum tetapkan, tapi gambaran kita averange wajar untuk kebutuhan ngecek saldo bisa 5, bisa 10 kali sebulan. Tapi ada yang 70 kali ngecek saldo sebulan. Narik uang juga Rp50-Rp100 ribu, padahal buat kita operasionalnya mahal," papar Jahja.

Namun, BCA kata Jahja belum menetapkan besaran biaya beban yang akan dikenakan kepada nasabah jika mengecek saldo lebih dari delapan kali per hari.

"Belum tahun (berapa harganya). Kita lagi evaluasi, kita lihat datanya, yang wajar itu berapa. Jangan sampai kita berikan kemudahan tapi kita disalahgunakan kemudahannya," imbuhnya.

"Contoh orang misal ke ATM orang tiap hari ambil Rp100 ribu, kenapa enggak Rp500 ribu nanti minggu depan ambil lagi?" sambungnya lagi.

Lanjut Jahja mengatakan, rencana ini akan diterapkan tiga hingga enam bulan ke depan. BCA akan melakukan evaluasi secara mendalam dan sosialisasikan.

"Bukan melarang cek saldo tapi kita mendorong mereka pakai internet banking, m-banking, SMS banking yang free tiap menit mau dicek juga silakan," tegas Jahja.

Jahja mengakui, operasional ATM sangat mahal. Jadi tidak heran ATM akan jadi barang mahal karena barang impor yang tergantung pada kondisi nilai tukar.

"Semula kita mau tambah 2.700 mesin ATM. Tapi kalau melihat situasi seperti ini mungkin hanya akan nambah 500-1.000 ATM saja. Karena biayanya mahal. Siap juga untuk kita efisien," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini