nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malaysia Bangun Gedung Tertinggi, Habiskan Rp16 Triliun

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 23 Maret 2016 00:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 03 22 470 1343137 malaysia-bangun-gedung-tertinggi-habiskan-rp16-triliun-CpbDKBOy40.jpg (Foto: World Street Journal)

KUALA LUMPUR - Malaysia akan segera memiliki gedung pencakar langit terbaru sekaligus tertinggi di negaranya. Tak hanya itu saja, jika rampung dibangun, maka menara ini akan masuk di antara daftar gedung tertinggi dunia lainnya.

Dilansir dari laman Wall Street Journal, Rabu (23/3/2016), pembangunan mengambil lokasi di pusat kota, Kuala Lumpur dan akan terdiri dari 118 lantai. Untuk namanya, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengungkapkan nama yang direncanakan adalah Merdeka PNB118.

Tak hanya akan menjadi gedung tertinggi di Malaysia, bahkan menurut sebuah daftar yang disusun oleh Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), di antara gedung pencakar langit dunia; termasuk yang belum selesai, Merdeka PNB118 menempati urutan keenam tertinggi di Asia jika antena dari puncak bangunan disertakan.

Pemerintah Malaysia mengatakan proyek ini akan menghasilkan sekitar 11 miliar ringgit atau setara Rp35,562 triliun (mengacu kurs Rp3.232 per ringgit) bagi perekonomian dan meningkatkan tawaran negara untuk menjadi pusat wisata.

Pemilik proyek, Permodalan Nasional Bhd. (PNB), sebuah perusahaan pengelola dana terbesar di Malaysia mengemukakan, ketika selesai dibangun, gedung pencakar langit akan memiliki tinggi 2.067 kaki (630 meter) bila dihitung dari permukaan tanah hingga ke atas puncak. Landmark Kuala Lumpur yang sudah lebih dulu populer, Petronas Twin Towers, saat ini masih merupakan bangunan tertinggi di negara itu, yakni dengan tinggi 1.483 kaki (452 meter).

Menurut PNB, proyek konstruksi ini menelan biaya senilai lima miliar ringgit atau Rp16,164 triliun, yang diharapkan akan rampung pada 2020.

Ketua Perusahaan PNB, Ahmad Sarji Abdul Hamid, menjelaskan, pengembangan mixed-use ini akan mencakup sebuah menara perkantoran, hotel mewah dan kompleks perbelanjaan. Diharapkan, proyek juga akan menciptakan sebanyak 10.000 lapangan pekerjaan.

“Pembangunan ini juga akan menjadi rumah kantor PNB dan ruang yang tersisa akan disewakan kepada perusahaan lokal dan internasional,” tambahnya.

Peluncuran proyek ini datang selagi perekonomian Malaysia, ketiga terbesar di Asia Tenggara, telah tertekan akibat rendahnya harga energi. Ekspor gas alam cair dan minyak mentah telah menderita dan mata uang negara, ringgit, telah mencapai posisi terendah berkali-kali pada tahun ini.

Pada November, PNB menyerahkan proyek konstruksi kepada konsorsium asal Korea Selatan, Samsung C&T Corp dan UEM Group Bhd asal Malaysia. Samsung C&T, lengan pembangunan Samsung Group, membantu membangun Menara Kembar Petronas (Petronas Twin Towers) dan Burj Khalifa di Dubai.

(dhe)

(rzk)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini