nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran Penelitian RI Hanya 0,1%, Kalah dari Malaysia

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2016 10:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 03 30 320 1349056 anggaran-penelitian-ri-hanya-0-1-malaysia-tembus-1-06-9YjKk6rh1p.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Indonesia saat ini masih membutuhkan tambahan anggaran untuk dana penelitian. Pasalnya, saat ini besaran anggaran yang dialokasikan Indonesia untuk membiayai penelitian masih sangat kecil, yaitu 0,01 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan, saat ini total anggaran penelitian di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Singapura sebesar dua persen, Malaysia 1,06 persen, hingga Vietnam 0,19 persen.

Untuk itu, Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) akan memberikan pendanaan penelitian tahun jamak bagi ilmuwan-ilmuwan terbaik di Indonesia. Pengelolaan dana ini nantinya akan terpisah dari siklus tahunan anggaran negara.

"Skenario seperti ini kami harap akan meningkatkan kualitas penelitian dan ilmu pengetahuan Indonesia, yang akhirnya membangun daya saing bangsa di tataran global," kata Direktur Eksekutif DIPI JW Saputro dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (30/3/2016).

Dalam program yang akan diresmikan bersama Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro ini, DIPI berencana akan memberikan hibah penelitian berdasarkan kualitas, otorisasi bahasa, dan kecapaian penelitian. Hal ini diharapkan dapat mendorong kreativitas peneliti untuk mengajukan gagasan dalam berbagai bidang. Sehingga, hal ini akan berdampak pada perkembangan perekonomian Indonesia.

Untuk diketahui, terdapat delapan area penelitian yang akan dibiayai oleh DIPI. Pertama adalah identitas, keragaman, dan budaya. Kemudian kepulauan, kelautan dan sumber daya hayati; kehidupan, kesehatan, dan nutrisi; air, pangan dan energi; bumi, iklim, dan alam semesta; bencana dan ketahanan masyarakat terhadap bencana; material dan sains komputasi; serta ekonomi masyarakat dan tata kelola. Pada tahun pertama, DIPI akan fokus untuk membiayai penelitian yang sesuai dengan tema kluster pertama mengenai budaya dan ketiga mengenai kesehatan.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini