Pasar Modal Syariah Nantinya seperti Supermarket

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 31 Maret 2016 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 31 278 1350065 pasar-modal-syariah-nantinya-seperti-supermarket-8WqN1BDooP.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sejak bekerjasama mengembangkan pasar modal syariah dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2011 lalu, kini pasar modal syariah telah berhasil berkembang dengan pesat.

"Indeks saham syariah berkembang pesat, kalau dulu dikenal dengan 30 saham yaitu JII (Jakarta Islamic Index) sekarang lebih berkembang pilihannya," ujar Wakil Sekretaris Dewan Syariah MUI Gunawan Yasni dalam IDX Channel, Kamis (31/3/2016).

Berkembangnya pasar modal syariah menurut Gunawan seperti layaknya supermarket yang menawarkan sejumlah produk syariah.

"Pasar modal syariah ini nantinya seperti supermarket, ada beragam produk syariah di dalamnya, ada sukuk, ada reksadana, ada saham yang berbasis syariah," ujarnya.

Ia pun menyatakan perkembangaan pasar modal syariah Indonesia juga ditandai dengan pencapaian produk-produk syariah Indonesia di dunia. Di mana sukuk syariah yang dikeluarkan pemeriintah saat ini berada pada posisi pertama di dunia.

"Sukuk negara Indonesia dulu masih di bawah, sekarang khusus sukuk yang dikeluarkan pemerintah yang denominasi USD, nomor satu itu Indonesia. Bahkan produk reksadana syariah, pada tahun 2005 itu pernah menjadi juara di regional Asia Pasifik," pungkasnya.

Sekadar informasi berdasarkan data BEI, pada 2011 lalu, saham syariah tercatat sebanyak 237 saham hingga pada 2015 tumbuh 34 persen mencapai 316 saham.

Sedangkan untuk jumlah investor, terhitung pada tahun 2012 jumlah investor syariah mencapai 512 investor hingga tahun 2015 jumlah investor syariah berkembang mencapai 4.908 investor.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini