Fungsi Helipad Gedung di Jakarta Berubah Jadi Menara BTS

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 31 Maret 2016 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 31 470 1350674 fungsi-helipad-gedung-di-jakarta-berubah-jadi-menara-bts-sdi0y6Dk6m.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja berharap pemerintah dapat mendukung helikopter sebagai alternatif transportasi di kota-kota besar di Indonesia. Alternatif transportasi ini dapat menjadi jawaban jika terjadi keadaan darurat (emergency) seperti kebakaran, orang sakit hingga bencana alam.

Menurut Denon, dukungan pemerintah pusat dan daerah ini dapat berupa penyediaan landasan pacu untuk helikopter atau disebut helipad. Pasalnya, hanya beberapa gedung di Jakarta mempunyai helipad dan digunakan sesuai fungsinya, sedangkan gedung-gedung lain, fungsi helipad beralih menjadi tempat menara BTS.

"Di beberapa negara maju gedung-gedung yang tinggi dilevel tertentu, wajib memiliki helipad. Ini untuk emergency, misalnya terjadi kebakaran, keadaan darurat itu selalu ada," ucap Denon di Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Denon menambahkan, selama ini sudah ada pembicaraan yang dilakukan pihaknya dengan pemerintah daerah DKI Jakarta, serta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, bahwa selayaknya gedung-gedung tinggi dengan level tertentu memiliki helipad untuk landing helikopter.

"Ini kebanyakan nyimpan menara BTS. Komunikasi memang priority, tapi tujuan pembangunan helipad, untuk landing helikopter. Harapannya dapat respon positif. Ini jadi alternatif solusi dalam melakukan kegiatan," jelasnya.

Pihaknya pun akan menyiapkan pool atau markas helikopter. Denon menyebut, ada dua tempat di wilayah Bogor yang akan diakusisi dan dijadikan pool helikopter Whitesky Aviation.

"Kalau di Bandung ada 5 titik helipad. Di Jakarta sendiri ada 17 helipad yang bebas digunakan. Tapi kami akan bicara kepada pemerintah kota Jakarta agar area terbuka bisa dibuka untuk landing helikopter," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini