Share

TERPOPULER: Kelebihan Arsitektur Husein Sastranegara

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 07 April 2016 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 07 470 1356927 terpopuler-kelebihan-arsitektur-husein-sastranegara-BOMvYv7wF8.jpg Foto: AngkasaPura II

BANDUNG – Kesan kumuh dan padat dulu pernah melekat di terminal Bandara Husein Sastranegara Bandung. Namun predikat itu kini pupus dengan hadirnya terminal baru nan megah dan bernuansa artistik khas Sunda.

Di hari pertama pengoperasian kemarin, bandara internasional yang menjadi kebanggaan baru warga Kota Bandung ini tampak telah sibuk melayani sejumlah penerbangan. Dini hari kemarin sekitar pukul 04.00 WIB, penumpang penerbangan Lion Air Bandung-Makassar menjadi yang pertama kali merasakan keindahan dan kenyamanan terminal baru Ban dara Husein Sastranegara.

Calon penumpang yang kebetulan merasakan pengalaman di hari pertama, rata-rata terkesan dengan desain apik yang disuguhkan terminal baru itu. Desain dan dekorasi bagian dalam terminal tak ubahnya sebuah galeri seni. Bertema Modern with Traditional Nuances Airport, arsitektur terminal ini mengadopsi bentuk rumah khas Tatar Sunda, yakni leuit atau tempat penyimpanan gabah, lengkap dengan julang ngapak dan inspirasi senjata tradisional khas Jabar, kujang.

Setiap sudut mata memandang, terdapat beragam detail hiasan seperti foto dan lukisan. Pemkot Bandung menghibahkan sejumlah lukisan karya John Martono dan koleksi foto-foto public figure asal Bandung yang sedang tersenyum lebar dipajang di beberapa sudut dinding terminal. Di antara deretan foto itu terdapat Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil dan mantan pelatih Persib Bandung Jajang Nurjaman. Interior ini diberi titel Friendly Bandung.

Salah satu calon penumpang yang hendak terbang ke Den - pasar, Bali, Salihah Khairunnisa mengatakan, pertama kali menginjakkan kaki di terminal baru Bandara Husein Sastra negara dia langsung terkesan dengan desain interiornya. Terlebih di ruang tunggu boarding di lantai 2. Suasananya telah jauh berbeda dari terminal lama. (Baca juga: Arsitek Istanbul Rancang Menara ATC Mirip Burung Camar)

“Saya takjub ketika melihat foto-foto Friendly Bandung berjejer di pintu pemeriksaan barang. Ketika masuk ruang tunggu boarding juga banyak kejutan, bernuansa mewah, nyaman, dan banyak fasilitas yang di tawarkan. Selain lebih banyak tenant, di sana ada tempat bermain anak secara khusus dan juga ruang pijat,” kata Salihah di terminal baru Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Dia juga sangat bersyukur kini terminal baru Bandara Husein Sastranegara telah dilengkapi banyak akses menuju ruang tunggu boarding. Selain tersedia tangga berjalan, Angkasa Pura II juga melengkapinya dengan sarana lift untuk memudahkan kaum difabel dan penumpang lanjut usia menuju ruang tunggu.

“Sekarang sudah memenuhi standar. Di dalam ada lift dan eskalator jadi tidak terlalu capek dan berdesak-desakan seperti dulu,” ujar dia.

General Manager PT Ang - kasa Pura II Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung Dorma Manalu mengatakan, ke pindahan semua perangkat penting layanan terminal baru dilakukan setelah jadwal penerbangan terakhir tepatnya Selasa 5 April.

“Semua tim dari Angkasa Pura II turun dan menyiapkan kepindahan ini hingga dini hari. Saat rute pertama dimulai, se mua perangkat berjalan dengan baik, tidak ada hambatan teknis. Secara umum, pelayanan berjalan lancar,” kata Dorma di Bandara Husein Sastranegara.

Dia merinci, penumpang Lion Air rute Bandung-Makasar yang menjadi penumpang pertama yang take off pukul 06.00 WIB menikmati suasana dan pelayanan di terminal baru Bandara Husein Sastranegara. Berikutnya, penumpang penerbangan Bandung–Surabaya.

Pengoperasian perdana terminal baru yang berlokasi di sisi kanan terminal lama itu, tutur dia, berjalan sesuai rencana. Namun di hari pertama pengoperasian terminal baru, Angkasa Pura II tak membuat acara khusus. Angkasa Pura II hanya melibatkan para finalis Mojang Bandung untuk membagi-bagikan kipas etnik. Selain itu, ada pentas tari tradisional yang disajikan secara sederhana.

“Kami sengaja tidak membuat pembukaan secara besar-besaran karena momennya menunggu terminal lama selesai direnovasi. Jadi hari ini hanya ada penyambutan sederhana saja dengan tarian selamat datang. Tarian tradisional itu rencananya digelar setiap Sabtu dan Minggu, untuk memberikan kesan bagi para wisatawan mancanegara yang datang ke Kota Bandung,” kata Dorma.

Dengan perluasan terminal baru ini, Dorma memastikan semua kapasitas bandara akan meningkat dari sisi kualitas serta kenyamanan. Bahkan, sejumlah maskapai penerbangan telah mengajukan penambahan penerbangan ke Bandung. Selain itu pihak PT Angkasa Pura II juga mendorong maskapai penerbangan untuk membuka sejumlah rute internasional ke kawasan wisata di ASEAN.

“Sementara ini jumlah penerbangan di Bandara Husein mencapai 86 rute yang dilayani oleh 11 maskapai. Belum ada penambahan, Tapi pada masa normal pengunjung yang datang bisa mencapai 9.000- 11.000 per hari,” tutur Dorma.

Tak kalah penting, pihak AP II juga berjanji segera meningkatkan fasilitas tempat parkir yang sekarang masih semrawut. Dia mengakui, lahan parkir saat ini tidak mampu menampung jumlah kendaraan. Pengelolaan parker masih ditangani operator. Dia menyebutkan, sudah ada pihak yang menawarkan konsep gedung parkir bertingkat untuk menggantikan tempat parkir eksisting.

“Belum ada gambaran mau kapan dan seperti apa konsepnya nanti. Yang pasti kami ada niatan ke sana. Kasihan para pengunjung tidak mendapatkan tempat parkir memadai,” tutur Dorma.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jabar Budijanto Ardiansjah mengatakan, keberadaan terminal baru ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. Pasalnya, kunjungan wisatawan khususnya dari mancanegara per Februari 2016 mengalami penurunan 23,37 persen atau sekitar 2.548, dari 11.045 wisman pada Januari 2016 menjadi 8.497.

“Kami menyambut positif dengan pengoperasian terminal baru di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Kota Bandung sudah selayaknya memiliki bandara dengan fasilitas terminal mumpuni bagi para calon penumpang maupun tamu yang datang melalui bandara,” terang Budijanto.

Dia berharap, dengan terminal baru ini, wisatawan yang datang mendapatkan pelayanan lebih manusiawi. Karena bandara adalah wajah dari suatu kota. Tak mengherankan jika ban dara nyaman, menjadi bagian dari sarana pendukung untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sebaliknya, jika keberadaan bandara mengesampingkan kenyamanan penumpang, akan berpengaruh kepada penilaian wisatawan.

“Kalau tidak nyaman, wisatawan juga jadi malas berkunjung kembali. Tapi kelihatannya akan lebih maksimal kalau terminal satunya lagi juga direnovasi,” ujar dia.

Tak hanya itu, guna meningkatkan kunjungan wisatawan, beberapa pihak terkait juga sejatinya melakukan promosi tepat sasaran, termasuk pembenahan dan penataan obyek serta penambahan atraksi wisata.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Dudung Supriyadi mengemukakan, pada Februari 2016, penurunan kunjungan wisman tertinggi berasal dari Singapura. Menyusul Malaysia, Filipina, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, dan Arab Saudi.

“Namun untuk wisman India, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Jerman, dan Prancis justru meningkat di banding bulan sebelumnya (Januari 2016),” tandas Dudung.

Sekadar untuk diketahui, proyek revitalisasi terminal baru menghabiskan anggaran sekitar Rp139 miliar. Terminal tersebut memiliki luas sekitar 12.000 meter persegi atau empat kali lipat lebih besar dari terminal lama yang hanya 4.000 meter persegi. Sementara itu, terminal baru digunakan untuk penerbangan domestik dan internasional. Sedangkan, terminal lama direnovasi dengan target pengerjaan selama lima bulan.

Kelak setelah renovasi selesai, terminal baru akan digunakan khusus untuk penerbangan domestik dan yang lama internasional. Rampungnya pembangun an dan renovasi terminal, baik yang baru maupun lama, secara keseluruhan diharapkan bisa meningkatkan jumlah penumpang sebesar 10 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2015, jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara mencapai 3,1 juta. (Baca juga: Lima Bandara dengan Arsitektur Terbaik Dunia)

Jumlah penumpang diharapkan meningkat menjadi 3,4 juta per tahun pada 2016 ini. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berharap terminal baru di Bandara Husein Sastranegara dapat mengubah perwajahan sektor transportasi di Kota Bandung. Emil menilai, arsitektur bandar udara di Indonesia nyaris mirip satu sama lain. Sehingga, inovasi di Bandara Husein menjadi sebuah pembeda dalam hal suasana yang dapat dinikmati konsumen pengguna pesawat.

“Kami ingin selain menyiapkan transportasi juga turut membuka kesempatan lain seperti keterlibatan para seniman di Bandung yang banyak. Di ruang tunggu bakal ada kecapi suling. Jadi terasa ini bandara bukan kayak kota-kota lain yang kering, tapi ada suasana seninya gabungan modern dan tradisional,” kata Emil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini