MNC Asset Management Luncurkan Produk Reksa Dana Baru

Danang Sugianto, Jurnalis · Jum'at 08 April 2016 16:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 08 278 1357759 mnc-asset-management-luncurkan-produk-reksa-dana-baru-XqptJwdtPW.jpg MNC Aset Management. (Foto: Okezone)

JAKARTA - MNC Asset Management hari ini resmi memamerkan produk reksa dana terbaru yang bernama Reksa Dana MNC Dana Surat Berharga Negara (SBN). Produk tersebut melengkapi 20 produk reksa dana yang telah diluncurkan MNC Asset Management.

Direktur Utama MNC Asset Management Frery Kojongian mengatakan, keluarnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1/POJK.05/2016 di mana Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank memiliki kewajiban untuk pemenuhan investasi pada SBN, menjadi dasar pihaknya meluncurkan produk tersebut.

"Dengan keluarkan POJK itu, kami mengetahui bahwa di sini ada kebutuhan dari para investor terhadap produk reksa dana SBN. Dan kami menjadi manajer investasi pertama yang meluncurkan produk reksa dana SBN di tahun ini," ucapnya di Gedung Financial Center MNC, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Frery menjelaskan, sebenarnya produk tersebut sudah bisa dibeli nasabah sejak 8 April 2016 yang lalu dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) senilai Rp1.000. "Selanjutnya akan naik sejalan dari harga obligasi negara tersebut ke depannya," imbuhnya.

Saat ini, sudah ada 5 dana pensiun (dapen) yang menjadi nasabah produk tersebut. Di antaranya Dapen PGI, Dapen GPIB, Dapen BPK Penabur, Dapen Galva, dan Dapen LAI.

Frery mengatakan, produk reksa dana SBN memang sangat cocok untuk nasabah institusi seperti dapen dan perusahaan asuransi. Pasalnya jenis reksa dana ini merupakan reksa dana yang paling aman bahkan bisa dibilang zero risk.

Kendati begitu pihaknya juga membuka peluang lebar bagi nasabah individu yang ingin berinvestasi reksa dana yang aman. Dirinya menargetkan asset under management (AUM) dari produk tersebut hingga akhir tahun sebesar Rp100 miliar.

Sekedar informasi MNC Dana SBN telah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK sejak 31 Maret 2016. Produk tersebut ditujukan bagi nasabah yang ingin mendapatkan investasi dengan tingkat pertumbuhan dan tingkat pengembalian yang menarik dengan tingkat risiko yang serendah mungkin.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini