Share

Gaji Rp4,5 Juta Bebas Pajak, Penerimaan Negara Hilang Rp18,9 T

Hendra Kusuma, Okezone · Senin 11 April 2016 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 11 20 1359789 gaji-rp4-5-juta-bebas-pajak-penerimaan-negara-hilang-rp18-9-t-Jv5GLzJlfH.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro mengakui, penyesuaian Penghasilan Tidak Kenapa Pajak (PTKP) menjadi Rp4,5 juta per bulan dari yang sebelumnya Rp3,5 juta per bulan berdampak pada penerimaan pajak.

Bambang mengungkapkan, penyesuaian PTKP yang menjadi Rp4,5 juta per bulan, akan menghilangkan neto pajak sekira Rp18,9 triliun. Namun, tegas Bambang, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kuangan (Kemenkeu) telah memiliki upaya untuk menutupi lubang tersebut.

Cara-cara tersebut, kata Bambang, dengan upaya ekstensifikasi terutama untuk orang yang tidak pernah membayar pajak atau tidak punya NPWP, dan pemeriksaan terhadap 2.000 PMA yang tidak membayarkan pajak sudah 10 tahun, kita akan intensifkan pada tahun ini, dan ketiga kita akan melakukan pemeriksaan WP orang pribadi yang barusan saja disampaikan pembayarannya maupun SPT pada akhir Maret kemarin.

 [Baca juga: Daftar Penghasilan yang Bebas Pajak dari Single hingga Berkeluarga]

"Ini adalah upaya menutupi kehilangan dari kenaikan PTKP," kata Bambang saat Raker dengan Komisi XI di DPR, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Bambang menyebutkan, dampak kenaikan PTKP untuk penerimaan negara baik dari PPN dan PPNBM akan banyak meningkat yakni sekira Rp3,7 triliun. Pasalnya, dengan kenaikan PTKP diharapkan daya beli masyarakat meningkat dan konsumsi meningkat.

Adapun, PPh badan juga akan meningkat Rp2,6 triliun karena adanya investasi, dan untuk PPh pribadi akan menurun terutama PPh 21 yakni Rp25 triliun, bea keluar turun Rp47 miliar dan bea masuk Rp221 miliar. Artinya, secara total akan mengalami penurunan atau kehilangan Rp18,9 triliun.

"Potensi berkurangnya Rp18,9 triliun, ini kami sudah diskusi dengan dirjen pajak, ini akan ditutup," tambahnya.

Selain dari fiskal, kata Bambang, kenaikan PTKP juga memiliki hal yang lebih penting, salah satunya terhadap makroekonomi nasional. Di mana, penyesuaian PTKP menjadi Rp4,5 juta per bulan akan mendorong inflasi sebesar 0,06 persen lantaran meningkatnya konsumsi. Untuk konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi dengan 0,13 persen.

 [Baca juga: Kenaikan PTKP Bisa Dongkrak Konsumsi Domestik]

Jadi, kata Bambang, jikalau konsumsi rumah tangga awalnya lima persen, maka dengan PTKP diharapkan menjadi 5,13 persen, investasi juga diharapkan lebih tinggi lagi, misalnya baseline-nya investasi sekira lima persen maka akan menjadi 5,34 persen. Begitu juga pada PDB yang diprediksi akan tumbuh 0,16 persen jadi kalau PDB sesuai dengan APBN sebesar 5,3 persen maka dengan PTKP ini bisa membantu menaikan menjadi 5,46 persen, kemudian penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 40 ribu orang dengan 0,16 persen dari PDB.

"Jadi sekali lagi kita melihat kenaikan PTKP akan membantu bagi saudara kita yang masih UMP, meskipun UMP tertinggi baik di provinsi maupun kabupaten terutama di Jabodetabek, jadi mereka tidak perlu membayar pajak, karena memang mereka upahnya sangat rendah, dan kita harapkan yang income menengah ke atas diharapkan bisa meningkatkan konsumsinya yang tentunya sangat membantu perekonomian nasional," tandasnya.(rai)

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini