Target Penjualan Batu Bara Bukit Asam Naik 51%

Danang Sugianto, Jurnalis · Kamis 14 April 2016 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 14 320 1363204 target-penjualan-batu-bara-bukit-asam-naik-51-WItlmgKekd.jpg Ilustrasi batu bara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tahun ini mematok target penjualan batu bara sebesar 29,17 juta ton. Angka tersebut naik 51 persen jika dibandingkan perolehan penjualan di 2015 yang mencapai 19,10 juta ton.

Sekretaris Perusahaan PTBA Joko Pramono mengungkapkan, untuk mencapai target penjualan tersebuit, pihaknya juga berupaya untuk menaikan produksi dan pembelian batu bara.

"Tahun ini, produksi dan pembeliannya juga kami rencanakan naik 37% menjadi 28,32 ton dari tahun lalu sebesar 20,74 juta ton," katanya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Rasa optimistis terhadap target tersebut juga didorong dari perolehan penjualan hingga kuartal I-2016 yang sudah mencapai 5,23 juta ton. Angka tersebut juga naik 14 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 4,57 juta ton.

Selain itu, Joko juga mengaku pihaknya optimistis lantaran infrastruktur kereta api yang digunakan perseroan untuk mendistribusikan penjualan menuju Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan Dermaga Kertapati di Palembang akan dimaksimalkan. Pasalnya pada triwulan I 2016 saja, tercatat pendistribusian melalui infrastruktur ini mencapai 4,28 juta ton atau naik 19 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 3,59 juta ton.

"Dengan melihat infrastruktur PTBA mulai dari hulu di lokasi tambang hingga ke hilir di Pelabuhan dan dermaga pengiriman, kami optimis target tersebut dapat terpenuhi," tambahnya.

Hal tersebut didukung di antaranya dengan mulai beroperasinya TLS 4 atau Alat Pemuat batu bara ke Gerbong Kereta Api di Tanjung Enim untuk meningkatkan kapasitas pengiriman pada April 2016. "Selanjutnya, empat RCD di Pelabuhan Tarahan telah mampu membongkar empat rangkaian gerbong batu bara secara bersamaan," imbuhnya.

Selain itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga telah menyelesaikan pembangunan rel double track dari lokasi tambang di Tanjung Enim hingga ke Prabumulih. Di mana sebelumnya PT KAI sudah melakukan tambahan lokomotif dan gerbong batu bara PT KAI tahun ini sebesar 23,7 juta ton atau naik sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya sebesar 15,79 juta ton.

"Dan dengan sendirinya, Pelabuhan Tarahan juga dapat beroperasi penuh sesuai dengan kapasitasnya sebesar 25 juta ton per tahun," tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini