McDonald Ubah Konsep Bisnis Jadi Franchise

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 14 April 2016 22:39 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 14 320 1363343 mcdonald-ubah-konsep-bisnis-jadi-franchise-woBKcylGSM.jpg McDonald. (Foto: Reuters)

HONG KONG - Pembuat makanan cepat saji McDonald Corp (MCD.N) mengincar beberapa perusahaan ekuitas swasta, Bain Capital, MBK Partners, TPG Capital Management dan China Resources (Holdings) guna memuluskan rencana pembukaan 2.800 restoran di Asia Utara.

Perusahaan makanan cepat saji raksasa ini ingin mengadopsi model bisnis baru di Asia, yang sekarang menjadi medan pertempuran paling intens untuk rantai restoran global, dengan membawa mitra dalam operasi waralaba ini. Beberapa operator restoran global lainnya yang juga beralih ke model waralaba, dan McDonald pun menargetkan 95 persen toko mereka akan menjadi waralaba.

McDonald sendiri telah menyewa Morgan Stanley (MS.N) untuk menjalankan penjualan restoran di Cina, Hong Kong dan Korea Selatan. Penjualan resminya akan kick-off pada dalam tiga sampai empat minggu lagi.

Para mitra waralaba kemungkinan akan berakhir memiliki saham mayoritas di restoran di setiap pasar atau mungkin mencapai 100 persen. Namun, kesepakatan ini masih dapat berubah. Sebagai imbalannya, McDonald akan mendapatkan pembayaran waralaba satu kali dan biaya royalti yang biasanya berkisar antara 3-5 persen dari omzet tahunan.

Perusahaan ekuitas swasta pun tertarik dengan peluang pertumbuhan quick-service restaurants (QSR) alias restoran cepat saji di Asia.

"Dalam beberapa tahun terakhir, meskipun makan mungkin telah dipengaruhi oleh langkah-langkah penghematan, QSR masih berkembang cukup pesat," kata konsutan di Bain & Co, Kiki Yang, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (14/4/2016).

"QSR memiliki format yang memudahkan investor karena pertumbuhan segmentasi, standar prosedur yang mudah untuk dikembangkan," lanjut dia.

Terlepas dari hasil penjualan, kesepakatan ini akan menurunkan kebutuhan belanja modal McDonald, yang mencapai USD2,6 juta tiap tahunnya.

McDonald telah berjuang di Jepang selama dua tahun terakhir, menutup lebih dari 150 restoran tahun lalu, renovasi hampir 3.000 outlet dan membukukan rugi bersih USD310 juta pada 2015.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini