Share

Sri Mulyani: Tidak Ada yang Suka Membayar Pajak

Dhera Arizona Pratiwi, Okezone · Senin 18 April 2016 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 18 20 1366091 sri-mulyani-tidak-ada-yang-suka-membayar-pajak-sVQFJiZPkz.jpg Sri Mulyani (Foto: World Bank)


WASHINGTON - Mantan Menteri Keuangan RI era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sri Mulyani, yang kini menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer (COO) World Bank mengemukakan, pihaknya mengetahui pasti tidak ada satupun pihak yang suka membayar pajak.

Menurut dia, keengganan banyak pihak membayar pajak lantaran mereka takut jika uang pajak yang telah mereka bayarkan, terbuang-buang begitu saja atau tidak dimanfaatkan bagi kepentingan rakyat banyak.

"Sebagai mantan Menteri Keuangan, saya tahu betul bahwa kepercayaan adalah bagian penting dari persamaan. Tidak ada yang suka membayar pajak dan keengganan itu tumbuh jika orang merasa kontribusi mereka (uang pajak) terbuang sia-sia begitu saja atau dicuri," ujarnya seperti dikutip dari akun LinkedIn, Senin (18/4/2016).

Oleh sebab itu, reformasi pajak merupakan bagian penting dari terciptanya masyarakat adil tanpa ada satu kalangan yang tidak taat terhadap aturan yang berlaku di Indonesia. "Mereka dapat memungkinkan pemerintah untuk menghabiskan secara efisien, melindungi masyarakat miskin dan rentan sambil memerangi korupsi," jelas dia.

Masih kata Sri Mulyani, orang-orang ataupun perusahaan boleh saja merasa tidak menikmati membayar pajak. Akan tetapi, sebaiknya pemerintah menciptakan sistem yang menyulitkan pihak-pihak tersebut ketika berniat akan menyembunyikan kekayaan dan menghindari mereka dari membayar kewajibannya. Sebab, mengingat hal ini merupakan bagian terpenting dalam memperjuangkan untuk mengentaskan kemiskinan.

"Kita harus menciptakan sistem yang membuatnya jauh lebih sulit untuk menyembunyikan kekayaan dan menghindari mereka dari kewajiban membayar pajak. Ini adalah bagian penting dari perjuangan melawan kemiskinan," tuturnya.

Atas dasar hal tersebut, pihaknya pun akan memasukkan temuan-temuan tersebut dalam bentuk inisiatif gabungan bersama Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan lainnya.

Inisiatif ini dirancang guna membantu negara-negara dalam menguatkan sistem perpajakannya, mengkoordinasikan bantuan yang berkaitan dengan pajak dunia, dan memastikan kepentingan negara-negara berkembang didengar dalam dialog internasional yang membicarakan reformasi pajak.

"Kami akan menindaklanjuti temuan kami dalam inisiatif bersama dengan IMF, OECD, PBB, dan lain-lain. Inisiatif-inisiatif ini memastikan bahwa kepentingan negara-negara berkembang didengar dalam dialog internasional yang tumbuh pada reformasi pajak," pungkasnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini