nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Half-Marketing, Usaha Manusia dan Kuasa Tuhan

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 18 April 2016 13:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 18 320 1365701 half-marketing-usaha-manusia-dan-kuasa-tuhan-ZTPmG4UKdo.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)


JAKARTA - Kembali ke tahun 1995, saat saya masih kuliah tingkat pertama di Yogyakarta. Saya dan mungkin sebagian besar anak seumuran sedang giat-giatnya mencari jati diri melalui bermacam kegiatan.

Salah satunya dengan membentuk sebuah band musik. Kami semua percaya, menjadi anggota sebuah band adalah sebuah resep sukses mendapatkan popularitas secara cepat, dan tentu saja perhatian dari lawan jenis. Sebenarnya, selaintujuan-tujuan tersebut, ada juga beberapa band yang memang serius untuk masuk dapur rekaman. Sebuah mimpi besar bagi anak band. Adalah sebuah band bentukan salah seorang teman, sebut saja Fast Band, yang secara mengejutkan, mendapatkan tawaran rekaman dan kontrak dari salah satu label besar di negeri ini.

Singkat cerita, Fast Band menjadi band sukses luar biasa. Status selebritas secara otomatis melekat di semua anggota Fast Band yang berjumlah lima orang. Tawaran tampil manggung di hampir semua acara televisi, off air, hingga kontrak membintangi iklan produk mengalir deras. Tentu saja, tidak lupa diiringi tatapan bangga sekaligus iri dari kami semua. Satu tahun berselang. Terdengar berita penggantian dua anggota Fast Band, sang drummer dan vocalist dipecat oleh sang guitarist dengan alasan sudah tidak ada kesamaan visi lagi.

Sayup terdengar kabar, bahwa penggantian tersebut dikarenakan drummer dan vocalist yang memang secara penampilan dan tampangnya tidak begitu ”menjual”, sudah tidak mampu lagi mendapatkan perhatian penggemar. Intinya, harus dicari lagi anggota yang lebih menarik secara tampang dan penampilan. Lagi, sifat dasar manusia yang tidak pernah puas, dan selalu mencari lebih bermain di balik semua kejadian ini. Tak lama, sang gitaris, yang memang secara informal berlaku sebagai pemimpin Fast Band-pun langsung mengadakan audisi pencarian anggota baru.

Benar saja, kriteria pencarian kaliinilebihkomplit. Selain harus andal dalam memainkan alat musik, calon anggota baru tersebut memiliki tampang yang keren. Full packs of an idol. Dan, nama Fast Band yang sudah sangat besar menjadikan jaminan tingginya animo anak band mendaftar dalam seleksi tersebut. Dan memang, sang drummer dan vokalis baru memiliki syarat lengkap menjadi idola baru. Banyak kalangan meramalkan, formasi baru Fast Band pasti akan lebih sukses dari formasi sebelumnya. Tak disangka, tak dinyana, ternyata apa yang terjadi justru sebaliknya.

Nasib Fast Band formasi baru jauh dari sukses. Album terbaru mereka jeblok, tak laku di pasaran. Perlahan namun pasti, nama Fast Band hilang dari peredaran. Tragis. Belajar dari kisah Fast Band, kita seharusnya paham betul bahwa manusia hanya berhak untuk berencana dan berusaha. Very well improvement action atas inisiatif sang gitaris telah dilakukan dengan mengganti drummer dan vokalis, dengan harapan untuk bisa lebih ”menjual” band tersebut. Salah? Tidak. Bahkan, akan sangat dianjurkan oleh semua ahli strategi bisnis di muka bumi.

Hitung-hitungan manusia pun telah dilakukan secara cermat, dan dengan sangat minimal risiko untuk gagal. Tetapi, kita sebagai manusia hanya berhak untuk merencanakan dan berusaha. Masih ada Sang Kuasa sebagai penentu utama. Anggota Fast Band yang berjumlah lima orang dengan segala kondisi dan keadaannya secara individu telah mampu membentuk komposisi ”rezeki” terbaik bagi Fast Band. Dan komposisi itulah yang terbaik di Mata Sang Kuasa.

Mempertimbangkan Sang Kuasa dalam penyusunan strategi dunia kita, memang akan sangat bergantung dari keyakinan kita masing-masing. Beberapa ahli strategi dan marketing menyebut hal tersebut sebagai Strategi Langit atau Marketing Langit.

Dan secara pribadi saya menyebutnya sebagai Half-Marketing. Karena usaha saya yang sudah 100 persen, sebenarnya hanya berlaku separuh. Separuhnya lagi saya bergantung pada Sang Kuasa untuk menentukan hasil akhir. Itu menurut saya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini