Bangka Barat Fasilitasi UKM Ikuti Inacraft

ant, Jurnalis · Minggu 24 April 2016 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 24 320 1371356 bangka-barat-fasilitasi-ukm-ikuti-inacraft-SRRcEVpAJf.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


MUNTOK - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memfasilitasi pelaku usaha kecil dan menengah lokal mengikuti pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta, mulai Rabu (20/4) hingga Minggu.

"Banyak hal positif yang kami dapatkan melalui kegiatan itu, salah satunya memperkenalkan berbagai produk pengrajin lokal di pasar nasional dan internasional," kata Kepala Bidang Industri Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Bangka Barat Agus Setyadi di Muntok, Minggu.

Dalam pameran Inacraft di JCC, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan Dekranasda setempat membawa sejumlah produk hasil produksi pelaku usaha lokal, seperti kerajinan akar bahar, kerajinan timah, batu akik, anyaman resam, dan anyaman rotan.

Selain mengenalkan berbagai produk lokal ke pasar nasional dan internasional, melalui pameran tersebut diharapkan mampu mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah di daerah itu masuk dalam persaingan pasar global.

"Beberapa produk lokal yang kami targetkan mampu bersaing, seperti kerajinan akar bahar, anyaman resam, dan produk kerajinan timah (pewter)," katanya.

Tiga produk unggulan tersebut memiliki daya tarik besar, baik konsumen dalam negeri maupun luar negeri, apalagi produk tersebut sudah dikenal masyarakat global sehingga memiliki nilai jual relatif cukup tinggi.

Melalui pameran itu, diharapkan para pelaku usaha lokal mampu mengejar ketetinggalan inovasi dan kreativitas dari produk sejenis dari luar daerah.

"Pengrajin lokal perlu mendapatkan pengalaman baru dan melihat perkembangan produk daerah lain," katanya.

Ia berharap usai pameran itu mereka terus berkreasi dengan lebih baik dan mampu mencuri peluang pasar nasional dan internasional.

Secara nasional, menurut dia, saat ini produk kerajinan Indonesia memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu penyumbang devisa nonmigas.

"Pemerintah daerah akan selalu mendorong pelaku usaha agar bisa ikut berpatisipasi dalam menyumbang petumbuhan ekonomi tersebut melalui berbagai langkah strategis, seperti pelatihan keterampilan, pendampingan manajemen usaha, dan pemasaran," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini