Inacraft Dukung Regenerasi Perajin

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 25 April 2016 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 25 320 1372005 inacraft-dukung-regenerasi-perajin-2pP0mHFwJA.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA – Perkembangan industri kerajinan yang semakin meningkat menjaga regenerasi para perajin di Tanah Air. Dan, International Handicraft Trade Fair, Inacraft 2016 turut menjadi wadah regenerasi tersebut.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengungkapkan bahwa dengan semakin tumbuhnya industri kerajinan dan pasar domestik serta ekspor yang meluas maka lapangan kerja jadi terbuka. ”Dari sinilah, pelan-pelan tapi pasti terjadi regenerasi perajin,” kata Saleh terkait penyelenggaraan Inacraft 2016 di Jakarta Convention Center (JCC).

Pesatnya industri kecil dan menengah, lanjut Saleh, berpeluang mengubah posisi seorang perajin mengembangkan usaha sendiri dan merekrut karyawan. Transfer pengetahuan dan keterampilan pun terjadi seiring pasar yang berkembang sehingga produk kerajinan terus mengalami inovasi. Pada pergelaran tahun ini, BNI kembali menjadi partner utama Inacraft 2016.

BNI telah menjadi bagian dari Inacraft selama 12 tahun sejak 2005. Ini merupakan salah satu dukungan terhadap pengembangan industri kreatif karya anak bangsa. Inacraft 2016 merupakan ajang bertaraf internasional, yang tidak hanya mengetengahkan kegiatan pameran, tapi juga memberikan apresiasi terhadap produk unggulan khas Indonesia.

Melalui pameran ini diharapkan dapat memacu dan mengasah kreativitas perajin untuk selalu melakukan inovasi terhadap produknya. Pemerintah dan dunia usaha juga terus mendorong peningkatan kualitas dan akses pasar produk kerajinan Indonesia melalui fasilitasi pendampingan dan pameran. Fasilitasi pendampingan antara lain diselenggarakan Kementerian Perindustrian yang aktif mendorong pengembangan kapasitas dan kualitas produk industri kecil dan menengah (IKM).

Selain itu, melalui program One Village One Product (OVOP) juga diharapkan bermunculan produkproduk unggulan dari pedesaan. OVOP menarik karena mengangkat produk dengan karakter atau ciri khas masingmasing daerah. Saleh Husin mengungkapkan hingga kini Kemenperin terus melakukan pendampingan dan bimbingan bagi para perajin dan pelaku IKM pedesaan di berbagai daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan.

”Kita ajak para ahli atau desainer berkualitas untuk membimbing mereka agar memproduksi produk-produk berkualitas tinggi dan desain yang enak dilihat sehingga nilai jualnya meningkat,” ujarnya. Inacraft 2016 mengangkat kebudayaan Minangkabau dan mengusung tema ”From Smart Village to Global Market”, yang dimaksudkan untuk memfasilitasi produk-produk kerajinan Indonesia agar dapat naik ke jenjang yang lebih tinggi serta mengangkat derajat produk kerajinan Indonesia.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat tren ekspor produk kerajinan, khususnya di ASEAN, dalam lima tahun terakhir terus meningkat sebesar 27,83 persen dengan nilai ekspor pada 2015 sebesar USD74,24 juta. Secara total, ekspor kerajinan Indonesia pada 2015 senilai USD704,2 juta atau naik 1,42 persen dari tahun sebelumnya. Sementara untuk periode Januari- Februari 2016, nilai ekspornya mencapai USD114,09 juta atau naik 3,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

”Produk kerajinan terbanyak diekspor adalah wig (rambut palsu) dan bulu mata palsu, yaitu 46 persen dari total ekspor kerajinan kita. Itu jadi primadona ekspor kerajinan kita pada tahun lalu maupun Januari-Februari tahun ini,” ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus Nuzulia Ishak. Posisi teratas negara tujuan ekspor kerajinan masih ditempati Amerika Serikat, disusul Jepang, Malaysia, Jerman.

Menurut Nus, ekspor ke sejumlah negara juga tumbuh positif, seperti ke Arab Saudi, Swedia, dan Denmark. Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) selaku penyelenggara Inacraft, juga memotivasi pengembangan kreativitas para perajin Indonesia dengan memberikan apresiasi kepada para peserta pameran atas karya terbaik anak bangsa dalam bidang produk kerajinan melalui Inacraft Awards.

Sekjen Asephi Soegiarto mengatakan, penghargaan diberikan kepada produk terbaik dengan mengacu ketentuan UNESCO. ”Salah satu syaratnya, produk tersebut marketable,” ungkapnya. Inacraft tahun ini diikuti lebih dari 1.400 peserta perusahaan kerajinan, baik produsen maupun eksportir dari 34 provinsi di Indonesia yang menempati 1.333 gerai.

Pada pameran kali ini, jumlah peserta individu meningkat hingga 849 stan dan 359 stan dinas, BUMN 117 stan dan 8 stan peserta luar negeri, di antaranya Singapura, Jepang, Pakistan, Nepal, India, dan Suriah. Inacraft 2016 ditutup kemarin. Nilai transaksi Inacraft tahun ini ditargetkan mencapai Rp127,3 miliar untuk penjualan ritel dan lebih dari 10 juta USD untuk transaksi kontak dagang.

”Target penjualan ritel diharapkan 5 persen kenaikannya. Sementara untuk kontak dagang diharapkan 3 persen,” ujar Project Officer Inacraft 2016 Hadi Sunarno. Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung pameran berasal dari berbagai daerah dari Jabodetabek, Bali, Lombok, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini