Harga Minyak Anjlok, Total Akui Tak Lakukan PHK

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Senin 25 April 2016 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 25 320 1372246 harga-minyak-anjlok-total-akui-tak-lakukan-phk-DuWkLv076a.jpg Ilustrasi : Reuters

JAKARTA - Harga minyak mentah dunia yang terus menerus anjlok hingga saat ini menyentuh level di bawah USD50 per barel. Hal ini mengakibatkan beberapa perusahaan minyak dan gas (migas) dunia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada ratusan hingga ribuan karyawannya.

Akan tetapi, hal ini disebut tidak berlaku bagi Total E&P Indonesie. Vice President Finance/General Services/HR/COM Total E&P Indonesie (TEPI), Arividya Novianto mengatakan, perusahaan masih bisa mengelola sekaligus mempertahankan ribuan karyawannya. Meski kinerja finansial perusahaan berkurang di tengah anjloknya harga minyak mentah dunia.

"PHK itu kami melihatnya sebagai jalan terakhir. Kita saat ini bisa me-manage orang-orang yang ada saat ini, belum ada PHK," ujarnya di Jakarta, Senin (25/4/2016).

 [Baca juga: Harga Minyak Anjlok, Total Tak Janji Penuhi 15% Saham Pengelolaan]

Dia melanjutkan, perusahaan memberikan pilihan terbuka bagi karyawannya yang ingin melakukan pensiun dini. Adapun pilihan ini harus dilakukan berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Meski demikian, dia menjelaskan, pilihan berdasarkan PKB ini harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Jika manajemen perusahaan masih membutuhkan, maka karyawan tersebut belum melakukan pensiun dini.

"Early retirement (pensiun dini) adalah opsi yang selalu terbuka. Di dalam PKB memang ada ketentuan karyawan yang sudah berumur tertentu, mereka boleh mengambilnya. Tapi tergantung dari kebutuhan, kalau manajemen masih membutuhkan belum bisa‎," jelasnya.

Dia menambahkan, pilihan terbuka pensiun dini sudah ada karyawan perusahaan yang mengambil, namun tidak banyak.

"Ada yang sudah ngambil, tapi enggak banyak. Tahun lalu tidak lebih dari 10 orang dan itu proses yang biasa," pungkasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini