nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandung Siapkan Rp10 Miliar untuk 2.000 Ribu Rumah

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 26 April 2016 20:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 26 470 1373329 bandung-siapkan-rp10-miliar-untuk-2-000-ribu-rumah-5wq9Lvrs5M.jpg Ilustrasi: Shutterstock

BANDUNG BARAT – Pemkab Bandung Barat tahun ini menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Program yang keuangannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ini akan mulai dilaksanakan pada bulan Juli nanti.

Kabid perumahan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Yoga Rukma Gandarame lalui Kasi Pembangunan dan Pembinaan Perumahan Oke Rahmat mengatakan, anggaran yang bersumber dari APBD untuk program rutilahu tahun ini sebesar Rp10 miliar dan di peruntukan untuk 2.000 unit rutilahu.

“Nantinya setiap unit rumah akan mendapatkan Rp5 juta jadi naik dari yang sebelumnya yang hanya Rp3,5 juta,” ujar Oke di Ngamprah.

Dia menjelaskan, program rutilahu ini pada pelaksanaannya akan dibantu oleh konsultan pendamping.

Rencananya untuk proses verifikasi data calon penerima dan calon lokasi(CPCL) akan dilaksanakan pada bulan juni ini. Sementara untuk target pelaksanaannya sendiri akan dilaksanakan pada bulan Juli.

Lebih lanjut, dikatakannya,untuk penyaluran anggarannya akan langsung disalurkan dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah(DP PKAD) KBB ke calon penerima bantuan sebagaimana data CPCL melalui ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Jadi nanti kita hanya pelaksana teknis saja. Data yang berhak menerima ‘kan sudah ada rekomendasi dari desa, jadi Juni kita melakukan verifikasi data saja siapa-siapa yang benar-benar berhak mendapatkan program ini,” terangnya

Disinggung adakah sumber bantuan untuk rutilahu dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, dikatakan Oke,bantuan dari pusat untuk saat ini tidak ada karena pihaknya sedang melakukan updating data, sementara untuk bantuan dari pemerintah provinsi sediri biasanya langsung disalur kan melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD).

“Bantuan dari pusat biasanya ada, pada tahun 2014 untuk setiap rumah yang telah di verifikasi masuk rutilahu mendapat Rp7,5 juta, tapi karena sekarang sedang updating data jadi belum ada,” kata Oke.

Berdasarkan data yang adase belumnya, dari 29.000 rutilahu yang telah terdata, 17.000di antaranya telah menerimaprogram rutilahu dan untuksaat ini jumlah ruilahu tersebutmasih ada sekitar 12.000 unit rumah.

Dari jumlah itu rutilahu sendiri paling banyak berada di wilayah selatan KBB. Dia menambahkan, untukprogram rutilahu tahun depan, pengelolaannya langsung di tangani oleh pemerintah desa sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Kegiatan Bantuan Sosial Desa.

“Mungkin ini terakhir kami mengelola program rutilahu, karenta hun depan akan langsung dikelola oleh desa,” pungkasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini