nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pos Indonesia Permanenkan Ribuan Pekerja Kontrak

ant, Jurnalis · Minggu 01 Mei 2016 20:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 01 320 1377546 pos-indonesia-permanenkan-ribuan-pekerja-kontrak-q9pOaOuMaJ.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) permanenkan ribuan pekerja yang sebelumnya berstatus tenaga kontrak kerja waktu tertentu (TKKWT) dan alih daya (outsourcing).

Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahju Setijono, pengangkatan sekitar 5.200 tenaga kerja, di mana sebagian besar di antaranya adalah TKKWT dan alih daya, adalah bagian dari terobosan yang dilakukan perusahaan yang dipimpinnya.

"Kami punya keyakinan, kebersamaan yang erat antara karyawan dan manajemen dapat memberikan perubahan-perubahan demi keberhasilan ke depan," ujar Gilarsi dalam acara pengangkatan pegawai tetap Pos Indonesia di Gedung Pos Ibukota, Jakarta, Minggu.

Dia melanjutkan, penambahan sumber daya manusia (SDM) diyakini dapat memenuhi kebutuhan bisnis pos yang di masa kini mulai "terganggu" dengan perkembangan teknologi informasi.

Selanjutnya, dia menambahkan, Pos Indonesia akan bertahap melakukan pengangkatan karyawan berstatus kontrak dan alih daya, disesuaikan dengan kompetensi dan kebutuhan perusahaan.

PT Pos Indonesia sendiri menyatakan terus berupaya mempertahankan kegiatan inti mereka yaitu kurir dan pelayanan keuangan. Salah satu yang dibidik adalah usaha jasa pengantaran barang perdagangan elektronik ("e-commerce").

 [Baca juga: Anak Usaha PT Pos Siap IPO di 2019]

"Belum ada teknologi yang bisa menggantikan pengiriman atau 'delivery'. Kami mencatat nilai titipan kurir bisa mencapai Rp2,8 triliun dan kami yakin ini bisa terus berkembang," kata Gilarsi.

Apresiasi Pemerintah Dalam kesempatan yang sama, Menteri Tenaga Kerja Indonesia Hanif Dhakiri menyatakan apresiasinya atas kebijakan PT Pos Indonesia mempermanenkan pegawai kontrak dan alih dayanya.

"Saya sangat mengapresiasi kebijakan yang harus dicontoh oleh BUMN lain ini," ujar Hanif.

Dia menambahkan, perusahaan BUMN dengan modal besar seharusnya merasa "malu" jika tidak bisa mengangkat karyawan kontrak dan alih dayanya menjadi pegawai tetap.

Keputusan untuk mempermanenkan karyawan, tutut Hanif, membutuhkan komitmen serius dari BUMN. Hal tersebut penting agar pekerja sektor perusahaan pemerintah memiliki harapan yang pasti akan masa depannya.

"BUMN harus bisa menjadi contoh bagi perusahaan swasta," tutur Hanif.

Apresiasi juga datang dari anggota Komisi VI DPR RI Rieke Dyah Pitaloka. Rieke mengatakan, kesabaran para pekerja Pos Indonesia telah berbuah manis.

"Kesabaran kita adalah kesabaran progresif revolusioner. Perjuangan panjang sekali untuk dapat diangkat menjadi pegawai tetap. Saya berharap ribuan karyawan Pos Indonesia lainnya yang belum diangkt bisa dipermanenkan sampai tahun 2019," kata politisi PDI Perjuangan itu.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini