Share

Meraih Untung dari Bisnis Rumah Bekas

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 04 Mei 2016 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 04 470 1380512 meraih-untung-dari-bisnis-rumah-bekas-4b59Zmw4n7.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Menyewakan rumah bekas untuk dijadikan kantor atau kos-kosan adalah investasi properti yang banyak dilakukan orang karena dianggap mudah. Selain itu, tingkat permintaan dan keuntungan yang cukup tinggi menjadi daya tarik bagi investor properti pemula.

Meski begitu, jangan silau dengan keuntungannya. Sebab, menyewakan rumah juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan Anda agar tidak merugi. Menyediakan rumah bekas untuk disewakan memang memiliki tingkat permintaan (demand) yang tinggi, terutama di kawasan-kawasan yang tengah berkembang (growth centre).

Terutama hunian yang berlokasi di kawasan yang berdekatan dengan akses tol, trade center, shopping mall, persimpangan jalan-jalan utama, terminal, dan lain-lain. Anda bisa juga memilih rumah di dekat perumahan-perumahan besar. Biasanya di sekitar lokasi tersebut akan tercipta demand pusat perbelanjaan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, yang akan menjadi pemicu permintaan rumahrumah sewa.

Di sisi lain, capital gain (keuntungan modal) dapat diperoleh dalam jangka panjang, yaitu lebih dari lima tahun. Biasanya, capital gain rumah sewa secara rata-rata lebih tinggi dari tanah kosong. Pasalnya, rumah sewa memiliki manfaat langsung, tidak seperti lahan kosong yang hanya memiliki manfaat tak langsung.

Apalagi, setelah lima tahun investor memutuskan untuk tidak menjualnya, sebaiknya rumah tersebut disewakan. Biasanya harga sewa per tahun (return) berkisar 5 persen dari harga rumah. Misalnya harga rumah Rp600 juta disewakan Rp30 juta per tahun. Setahun kemudian, bila keadaan ekonomi stabil, Anda bisa menaikkan harga sewa sekitar 10–15 persen, bergantung pada kondisi lingkungan rumah tersebut.

Jika di kawasan tersebut tidak banyak rumah yang kosong, kenaikan nilai sewa bisa mencapai 15 persen atau sekitar Rp45 juta per tahun. Keuntungan lain dari sisi arus kas (cash flow) dari hasil penyewaan rumah seken. Memang, keuntungan menyewakan properti mungkin tidak sebesar saat Anda menjualnya. Namun, Anda bisa mengantongi pendapatan rutin jika menyewakan tanpa kehilangan kepemilikan.

Jika Anda beruntung bisa menyewakan unit properti sesuai target pendapatan, hasil dari sewa itu bisa dimanfaatkan untuk membayar cicilan kredit. Anda juga bisa memanfaatkannya untuk mendukung tujuan keuangan lain. Misalnya, menyiapkan dana pensiun atau dana pendidikan anak kelak. Salah satu kekurangan investasi rumah sewa adalah jangka waktu penyewaan yang terbilang pendek, yakni hanya satu sampai dua tahun, bergantung kondisi dan lokasi rumah serta siapa penyewanya.

Jika penyewanya adalah ekspatriat, biasanya rumah akan disewa dalam jangka waktu lebih panjang, antara dua hingga lima tahun. Anda sebagai pemilik rumah juga harus benar-benar memilih penyewa yang baik. Kerap terjadi rumah yang disewakan cepat rusak ketika disewakan kepada penyewa yang kurang bertanggung jawab.

Umumnya para penyewa merasa rumah tersebut bukan miliknya sehingga mereka kurang menjaga kondisi dan kualitas bangunan rumah. Dalam persiapan menyewakan rumah bekas, Anda tentu harus punya aset berupa hunian. Jika saat ini sudah memiliki modal tersebut, mungkin persiapan yang harus Anda susun tidak terlalu rumit dan banyak.

Anda tinggal memoles si calon mesin uang agar layak disewakan. Anda juga perlu menentukan tarif sewa, mengantisipasi biayabiaya yang timbul dari kegiatan penyewaan, seperti biaya perawatan dan sebagainya, juga biaya promosi untuk mencari penyewa. Ingat, semua itu butuh ongkos. Pastikan besar biaya atau modal yang harus Anda keluarkan pada awal usaha tersebut tidak mengganggu arus kas kocek Anda.

Apalagi, sampai mengganggu tujuan keuangan yang sudah Anda jalankan selama ini, seperti dana pendidikan atau dana pensiun. Menentukan target pasar atau calon penyewa merupakan langkah sangat penting karena berimplikasi pada banyak hal. Setelah Anda memastikan target pasar atau calon penyewa unit properti Anda, langkah selanjutnya, yaitu menentukan harga sewa.

Tentukan berapa target return sewa berikut rerata kenaikan tarif sewa. Itu perlu untuk melihat nilai wajar properti milik Anda. Setelah meriset harga sewa dan menentukan tarif sewa properti milik Anda, kini tiba saat menyusun draf kontrak sewa. Setelah itu, Anda baru bisa memasarkan rumah bekas tersebut.

Memanfaatkan jasa pemasaran properti online termasuk yang paling efektif. Bisa lewat situs jual beli dan sewa properti yang kini mewabah atau membuat domain situs sendiri jika pilihan unit yang Anda tawarkan cukup banyak.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini