nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konektivitas Percepat Geliat Ekonomi Papua

ant, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2016 14:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 05 320 1381024 konektivitas-percepat-geliat-ekonomi-papua-GrZ1Youv0X.jpg Ilustrasi Foto: ANT

JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, konektivitas antardaerah mulai dari pesisir, lembah hingga ke pegunungan bisa mempercepat geliat ekonomi sehingga mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat.

"Konektivitas itu hanya bisa diwujudkan jika para kepala daerah di Papua terus berkonsentrasi dalam membangun konektivitas antardaerah atau antarkabupaten," kata Gubernur Lukas Enembe dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Kota Jayapura, Kamis (5/5/2016).

Pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut akan mendorong menggeliatnya ekonomi wilayah atau kawasan yang ada di Papua.

Dengan terbangunnya konektivitas akan lebih memudahkan dalam menentukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti pembangunan pasar, pelabuhan atau tempat pelelangan ikan bahkan kawasan industri seperti yang baru-baru ini disampaikan Presiden Jokowi dalam kunjungannya Pelabuhan Depapre di Kabupaten Jayapura.

"Pak Presiden Jokowi sudah mencanangkan pembangunan Pelabuhan Depapre yang akan terkoneksi dengan kawasan industri yang jaraknya kurang lebih 20 kilometer dari pelabuhan. Tentunya infrastrukturnya harus kita bangun seperti jalan dan sebagainya sehingga akan mendorong kegiatan ekonomi di kawasan tersebut," katanya.

Pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas antardaerah ini penting untuk pergerakan ekonomi masyarakat. Apalagi jika infrastruktur tersebut untuk membuka keterisolasian suatu kawasan yang merupakan sumber-sumber produksi, seperti perkebunan, persawahan, perikanan sehingga terkoneksi ke pelabuhan maupun ke pusat-pusat pertumbuhan atau perdagangan lainnya.

"Pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan dan menggerakkan ekonomi rakyat seperti Pasar Mama-Mama yang pekan kemarin dikunjungi Presiden Jokowi dan pembangunan infrasruktur yang diarahkan untuk membuka konektivitas antardaerah sangat penting dan menjadi prioritas pemerintah provinsi dan pemerintah daerah," katanya.

"Ini penting karena akan mendorong terciptanya kemandirian ekonomi, karena dari pusat-pusat produksi dapat terkoneksi langsung dengan pusat-pusat pertumbuhan atau perdagangan di daerah atau kawasan tersebut. Ini sangat sejalan dengan program Nawacita Presiden Jokowi. Apalagi di Papua tentunya dengan dukungan infrastruktur yang baik akan dapat menekan harga di beberapa tempat seperti di daerah pegunungan. Inilah yang menjadi perhatian kita selama ini," katanya.

Pada Rakerda bupati/wali kota se-Papua beberapa waktu lalu juga menyinggung perkembangan kegiatan dibidang infrastruktur dimasing-masing daerah.

Seperti yang disampaikan oleh Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom yang aman dana otonomi khusus yang diterima oleh daerah itu untuk bidang infrastruktur dialokasikan untuk pembukaan ruas jalan baru, peningkatan kualitas jalan, pembangunan jembatan dan jembatan gantung.

Dana Otsus yang dialokasikan untuk bidang infrastruktur dari 2013 hingga 2015 totalnya sebesar Rp93.270.000.000 juga dialokasikan untuk pembangunan perumahan untuk penduduk, PLTS terpusat, pengadaan dan pemasangan solar sel, mikrohidro, air dersih (intake), pembangunan BTS untuk mendukung jangkauan signal dan lapangan terbang yang fungsional.

"Dengan keberhasilan membangun konektivitas antardistrik di Lanny Jaya, serta konektivitas dengan beberapa kabupaten tetangga seperti Kabupaten Tolikara di sebelah utara, Kabupaten Puncak di barat, Kabupaten Nduga di selatan dan Jayawijaya di timur, Bupati Befa optimistis bahwa pada tahun ini Lanny Jaya yang berpenduduk 173.212 jiwa tidak terisolagi lagi baik antardistrik maupun dengan kabupaten terdekat," katanya.

Kemudian, pembangunan infrastruktur yang di dukung oleh dana Otsus di Kabupaten Puncak juga menunjukkan arah penyiapan infratsruktur yang bagus. Pemda Puncak pada 2013 mengalokasikan Rp32,599 miliar lebih dana Otsus untuk bidang infrastruktur, lalu pada 2014 meningkat menjadi Rp53,472 miliar lebih dan pada 2015 sebesar Rp46,763 miliar lebih.

"Dana ini diprioritaskan untuk membangun sarana prasarana perhubungan seperti pelebaran landasan pacu bandar udara Beoga, peningkatan struktur runway bandara udara Ilaga, peningkatan landasan pacu bandar udara Wangbe," katanya.

Dana infratsruktur otsus di Kabupaten Puncak juga kata Lukas, dialokasikan untuk pembangunan saluran drainase, pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa, normalisasi sungai.

"Pembangunan perumahan untuk penduduk juga menjadi prioritas bidang ini disamping tentunya pembangunan jalan dan jembatan untuk membangun dan mempermudah konektifitas antardistrik dan kabupaten terdekat," katanya.

Untuk itu, Gubernur Lukas Enembe meyakini dengan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah akan sangat membantu dalam membangun konektivitas antardaerah sehingga sinergi pembangunan akan semakin mudah di lakukan.

"Seperti yang sering saya sampaikan bahwa target hingga 2018 infrastruktur jalan diseluruh Kabupaten di Papua akan saling terkoneksi atau sudah saling terhubung. Tentunya pada 2018, kita akan mulai merasakan harga-harga kebutuhan pokok turun tajam, karena mobilitas barang dan jasa serta manusia semakin lancar dan mudah," katanya.

"Sekarang saja dengan peningkatan kualitas beberapa bandar udara mobilitas masyarakat sudah semakin lancar. Saya optimis dengan target 2018, tentunya harus ada sinergi dan kesungguhan kita bersama, baik di provinsi dan pemerintah daerah, untuk mewujudkannya, karena itulah tugas kita sebagai pelayan masyarakat untuk menyiapkan infrastruktur yang baik untuk rakyat," tambahnya.

1
2

Berita Terkait

Infrastruktur

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini