Share

Gubernur Atur Kewajiban Investor Reklamasi Sejak 3 Tahun Lalu

ant, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2016 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 05 470 1381004 gubernur-atur-kewajiban-investor-reklamasi-sejak-3-tahun-lalu-jvUhA01O15.jpg (Ilustrasi: Shutterstock)

MAKASSAR - Koordinator dan Penanggung Jawab Reklamasi Centre Point Of Indonesia (CPI) Soeprapto Budisantoso menyatakan Gubernur Syahrul Yasin Limpo sejak tiga tahun lalu telah membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengatur kewajiban-kewajiban investor reklamasi CPI.

Menurut Soeprapto, menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian terkait reklamasi Teluk Jakarta bahwa pemerintah harus mengendalikan reklamasi dengan tidak melepasnya ke pihak swasta.

"Itu menunjukkan bahwa Gubernur telah sejak awal mempunyai visi untuk mewujudkan reklamasi layak baik secara teknis maupun lingkungan, seperti hasil kunjungan Menko dan para menteri itu," katanya di Makassar, Kamis (5/5/2016).

[Baca juga: Reklamasi, Jangan Jadi Benteng si Kaya dan si Miskin]

Dalam PKS itu, ujar dia lagi, pemerintah akan mendapatkan sekitar 30 persen lahan hasil reklamasi, sedangkan di DKI Jakarta Gubernur Ahok akan mengatur perolehan 15 persen dengan perda pun tidak bisa, sehingga perolehan lahannya hanya lima persen.

Karena itu, kata Soeprapto, masyarakat tidak perlu terlalu cemas, sebab hal-hal yang menjadi kewajiban investor sebagaimana tertulis dalam dokumen AMDAL tidak akan terabaikan.

"Ada 50 hektare kawasan publik di depan Pantai Losari yang akan menjadi ruang terbuka hijau, pantai pasir putih, masjid, wisma negara, museum dan coral centre, dan Jembatan Toraja yang ke semuanya itu akan membuat suasana saat matahari terbenam di Losari menjadi bertambah indah," katanya lagi.

[Baca juga: Soal Reklamasi, Nelayan: Kami Tak Butuh Pulau, Kami Butuh Laut!]

Dia menyatakan pula bahwa alur nelayan ke Pelelangan Ikan Rajawali nanti diperlebar sampai 30 meter bahkan akan sampai 50 meter.

"Masyarakat pesisir di sekitar CPI akan mendapat pasar perikanan dan peningkatan kegiatan ekonomi dengan para penghuni di kawasan CPI kemudian. Jadi tidak benar kekhawatiran bahwa CPI akan membunuh kehidupan ekonomi masyarakat pesisir, melainkan justru akan meningkatkannya," katanya lagi.

(dhe)

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini