Share

HOT PROPERTY: Giliran Rizal Ramli Kepret Pengembang

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Minggu 08 Mei 2016 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 08 470 1382809 hot-property-giliran-rizal-ramli-kepret-pengembang-q2KZGsvfhF.jpg (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta pengembang yang terlibat dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta bersikap terbuka. Pasalnya, Rizal merasa geram dengan laporan anak buah Menteri Susi menyebut ada pengembang yang menolak diawasi.

Pengembang membangkang itu diduga PT Muara Wisesa Samudra yang merupakan anak usaha dari PT Agung Podomoro Land.

"Anak buah Bu Susi lapor, ada yang menolak melakukan pengawasan, tolong double check, saya kasih waktu Podomoro," kata Rizal saat melakukan audiensi dengan nelayan di Muara Angke, Jakarta, 4 Mei 2016.

[Baca juga: Rizal Ramli: Kalau Tidak Manut, Pengembang Kita 'Sikat']

Mantan Menko bidang Perekonomian ini mengaku tidak takut dan tidak peduli meski Wisesa anak perusahaan Agung Podomoro.

"Bilang sama Podomoro (pengembang properti Agung Podomoro), jangan ada yang sok jago di sini. Saya tidak takut," bentak Rizal sambil menggebrak meja.

Rizal menekankan, Wisesa harus terbuka dengan pengawasan yang tengah dilakukan pemerintah.

“Ini Republik didirikan untuk semua, bukan orang per orang. Minggu depan harus terima tim pengawas, Wisesa harus dihentikan. Saya minta Tim Bu Siti (Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup), dan anak Buah Bu Susi, saya minta bantu Kodam Jaya untuk mengawal pengawasan, Minggu depan Podomoro harus terima tim pengawas, moratorium sudah dilakukan," cetusnya.

Selain itu, Rizal Ramli juga mengancam pengembang yang berani menyalahi aturan reklamasi. Bahkan, pihaknya tidak segan untuk memberhentikan total kegiatan reklamasi kalau pengembang tidak nurut dengan pemerintah.

Untuk saat ini, pemerintah masih menghentikan sementara (moratorium) pembangunan karena harus ada peninjauan ulang terhadap proyek tersebut. Guna meyakinkan hal ini, Rizal pun bertanya langsung kepada pengembang reklamasi Teluk Jakarta.

"Esensinya pengembang mau ikut aturan negara atau enggak? Saya mah gampangan saja, mau ikut atau enggak?" tanya Rizal ke pengembang saat mengunjungi Kawasan Reklamasi.

[Baca juga: Gebrak Meja, Rizal Ramli Tantang Agung Podomoro]

Rizal menegaskan, seharusnya antar pulau diberikan jarak 300 meter dengan kedalaman 8 meter. Hal ini dilakukan agar arus laut tidak berubah dan lingkungan tertata. Namun kenyataannya, pengembang tidak memberikan jarak dan membuat pulau menyatu.

"‎Harusnya ini dua pulau terpisah 300 meter, kedalaman 8 meter untuk menjamin arus laut tidak berubah dan lingkungan tertata. Saya lihat di sini tiba-tiba sudah gabung. Kami minta pengembang berbesar hati perbaiki ini untuk perbaiki jarak pulau," tegasnya.

Dia mengingatkan pengembang tidak main-main dengan aturan yang ditetapkan pemerintah. "Yang tidak memenuhi aturan negara dan melanggar, kita akan stop seluruhnya. ‎Pengembang mau manut enggak? Kalau enggak mau manut ya kita sikat," tukasnya.

(dhe)

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini