Jokowi Sayangkan Sikap Pemda yang Endapkan Anggaran di Bank

Hendra Kusuma, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2016 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 11 20 1385432 jokowi-sayangkan-sikap-pemda-yang-endapkan-anggaran-di-bank-CuNRFR7SBG.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan sikap pemerintah daerah yang masih mengendapkan anggaran belanjanya di perbankan. Jokowi menyebutkan, pada Desember 2015 terdapat Rp90 triliun anggaran daerah yang berada di BPD.

Bahkan pada akhir bulan April, tercatat Rp220riliun anggaran daerah yang belum dibelanjakan oleh pemerintah, atau tetap terdiam di BPD.

"Ini perlu saya ingatkan agar anggaran itu segera dibelanjakan, segera direalisasikan. Ini uang yang sangat besar sekali. Kita carinya pontang panting setiap bulan, ditransfer ke daerah hingga kota dan kabupaten. Tapi di sana disimpan di bank dan tidak digunakan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Jokowi mengaku telah menginstruksikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengubah skema pengalokasian dana pemerintah daerah. Salah satunya adalah disimpan atau dialokasikan ke surat utang negara.

"Uang Rp220 triliun kalau digunakan gede sekali. Karena pada triwulan pertama secara nasional kita hanya keluar Rp280 triliun. Kalau ini juga juga keluar, peringatan saya berikan khususnya kepada gubernur karena dananya yang masuk kepropinsi itu besar, bukan di kabupaten atau kota," tambahnya.

Jokowi mengungkapkan, pemerintah pusat telah memegang daftar daerah mana saja yang menyimpan anggaran daerahnya dalam jumlah besar di perbankan. Padahal, anggaran daerah yang tersedia itu bisa diinvestasikan ke sektor yang produktif, bukan lagi kepada sektor seperti perjalanan dinas dan lainnya.

"Saya pernah dibisiki pak wapres, justru belinya mebel-mebel impor. Ini kesalahan yang harus mulai dikurangi dan dihilangkan. Sekali lagi, Rp220 triliun itu uang yang sangat besar sekali. Segera belanjakan," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini