nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLTG Bandara Soetta Ditargetkan Selesai 2017

ant, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2016 14:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 05 11 320 1385553 pltg-bandara-soetta-ditargetkan-selesai-2017-kPsvRqkdgK.gif Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, yang dibangun untuk mencukupi kebutuhan listrik seiring pembangunan infrastruktur bandara, ditargetkan selesai pada tahun 2017.

"Kita harus mempercepat semuanya. Proyek ini sudah lama direncanakan dan baru kali ini bisa direalisasikan," ujar Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Kementerian BUMN Pontas Tambunan saat acara kesepakatan nota kesepahaman pembagunan PLTG tersebut di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Sebanyak tiga perusahaan BUMN yaitu PT Angkasa Pura II, PT Wijaya Karya dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) telah berkomitmen untuk membangun PLTG dan memenuhi tersebut.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun kesepakatan MoU, dengan tambahan waktu tiga bulan untuk perampungan dokumen rancang rinci teknis ("Detail Engineering Design/DED").

Adapun saat ini, lanjut dia, kebutuhan listrik di Bandara Soekarno Hatta adalah sekitar 60 MW. Namun, jika Terminal 3 Ultimate beroperasi pada 2017 dan kawasan khusus kargo ("cargo village) di pintu M1, keperluan akan listrik bisa melonjak hingga lebih dari 100 MW.

"Pada tahap pertama, PLTG dapat menyediakan gas 50 MW, kemudian nanti bisa dikembangkan secara bertahap menjadi 100 MW. Selama proses tersebut, kami masih bekerja sama dengan PT PLN," tutur Budi.

Sumber gas berasal dari PT PGN di Batu Ceper, Tangerang, jaraknya sekitar tujuh kilometer dari lokasi pendirian PLTG. Area pembangunan PLTG adalah tanah milik PT AP II di sekitar Bandara Soekarno Hatta. Modal awal untuk membangun PLTG 50 MW, Budi menambahkan, adalah sekitar Rp1 triliun. PT AP II menanggung 51 persen dari biaya tersebut dan sisanya dibagi antara PT Wijaya Karya dan PT PGN.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Bintang Perbowo meyakini dengan kerja sama erat, semua target yang telah dicanangkan dapat tercapai. Sementara Direktur Utama PT PGN Hendi Prio Santoso berjanji pihaknya akan menyediakan energi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan untuk mendukung operasional Bandara Soekarno Hatta. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini