Share

Rizal Ramli: China Telat Membangun Tapi Lebih Maju, Kok Bisa?

Dedy Afrianto, Okezone · Rabu 11 Mei 2016 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 11 320 1385847 rizal-ramli-china-telat-membangun-tapi-lebih-maju-kok-bisa-8ucZLf3hMG.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi China yang melesat pesat dalam tiga dekade terakhir cukup mengherankan bagi sejumlah pihak. Pasalnya, apabila dibandingkan dengan Indonesia yang telah memulai pembangunan sejak tahun 1970-an, China justru baru mulai membangun pada tahun 1980-an.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli pun mengungkapkan keheranannya dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi China. Menurutnya, Indonesia saat ini telah jauh tertinggal dalam berbagai hal dari negeri tirai bambu tersebut.

"Kok bisa, China itu dalam 35 tahun pendapatan per kapitanya mencapai USD 8000. Sementara Indonesia baru USD3.400. Padahal China itu baru mulai membangun tahun 1980-an," kata Rizal dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Tak hanya itu, Rizal mengungkapkan saat ini Indonesia juga telah tertinggal dari negara-negara di Asia. Padahal, pada tahun 1960an pendapatan per kapita negara-negara di Asia hanya mencapai USD 100.

"Pada tahun 1960-an, rata-rata perdapatan per kapita negara-negara Asia itu sekitar USD 100. Tapi saat ini telah jauh meninggalkan Indonesia," jelasnya. (kmj)

Rizal pun membeberkan adanya dua faktor yang menyebabkan pendapatan per kapita Indonesia tertinggal dari negara lain. Yaitu pengelolaan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang tidak profesional.

"Satu SDM, negara maju tadi tidak punya SDA dan fokus pada SDM. Akhirnya SDM meraka maju," jelas Rizal.

"Faktor kedua adalah pengelolaan SDA. Kita harusnya dapat menjadi lebih hebat dari negara lainnya," imbuhnya.

Untuk itu, Rizal berharap agar Indonesia tak lagi melakukan ekspor bahan mentah. Sebab, dengan mengolah langsung komoditas mentah di dalam negeri, Indonesia akan mendapatkan keuntungan 300 persen lebih tinggi apabila dibandingkan dengan ekspor komoditas mentah. (kmj)

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini