Pos Indonesia Targetkan Pendapatan Rp80 Triliun

Danang Sugianto, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2016 19:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 11 320 1385954 pos-indonesia-targetkan-pendapatan-rp80-triliun-gcQDnFwmJc.jpg Ilustrasi (Foto :Antara)

JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) saat ini tengah fokus melakukan pembenahan guna mengembangkan bisnisnya. Bahkan BUMN logistik ini bermimpi untuk mengikuti jejak raksasa perusahaan logistik dunia DHL.

Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono mengaku mempunyai mimpi untuk menjadikan Pos Indonesia sebagai DHL dari timur. Pasalnya perusahaan logistik internasional tersebut memiliki total pendapatan hingga Rp800 triliun lebih.

"DHL itu punya pendapatan Rp800 triliun lebih. Sementara Pos Indonesia baru sekitar Rp5-6 triliun. Ya tidak mungkin pendapatan kami sebesar dia, tapi 10 persen dari itu sekitar Rp80 triliun mungkin bisa," tuturnya di Kantor Pusat Pos Indonesia, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Gilarsi menjelaskan, target pendapatan tersebut diyakini bisa diraih pada tahun 2021. Dia mengakuu target tersebut memanng terbilang terlau ambisius, namun dirinya yakin target tersebut bisa tercapai jika melihat potensi yang ada.

"Apa terlalu muluk, prinsipnya opportunity sebesar apa yang kita punya di Indonesia. Anggaplah biaya logistik 24 persen dari GDP Indonesia Rp12 ribu triliun, berartikan Rp2.600 triliun. Kalau bermimpi seperti DHL ya harusnya kan sah-sah saja, wong kuenya lebih besar dari total revenue-nya DHL. Jadi masih sesuati yang masuk akal," imbuhnya.

Berdasarkan hal itu, Gilarsi mengaku akan memfokuskan Pos Indonesia untuk menggarap pasar logistik. Terlebih lagi saat ini perkembangan industri e-commerce di Indonesia cukup pesat.

Namun Gilarsi mengaku saat ini Pos Indonesia masih memiliki kendala terhadap cap Pos Indonesia yang identik dengan pengiriman surat. Bukan hanya itu gudang yang dimiliki Pos Indonesia hanya seluas 30 ribu meter persegi.

"Itu hanya cukup melayani pengiriman surat. Kalau logistik masih jauh," tambahnya.

Untuk itu, dia mengaku membutuuhkan dana sekira Rp250-300 triliun untuk membangun infrastruktur pergudangan selama 3 sampai 4 tahun.

"Itu dana yang besar, tapi untuk survive kami manfaatkan sinergi seperti dengan Garuda Indonesia, KAI, Pelindo, Pelni dan BUMN lainya," tandasnya. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini