nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benahi Perusahaan, Bos Pos Indonesia Gunakan Jurus Toyota

Danang Sugianto, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2016 20:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 05 11 320 1385997 benahi-perusahaan-bos-pos-indonesia-gunakan-jurus-toyota-lAYIuzas0N.jpg PT Pos. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wajah PT Pos Indonesia (Persero) saat ini sudah mulai berubah. Semenjak dipimpin oleh Gilarsi Wahyu Setijono sebagai Direktur Utama, Pos Indonesia mulai berkembang pesat.

Gilarsi mengaku, strategi bisnis yang digunakannya merupakan adaptasi dari strategi winning culture dari Toyota. Di antaranya 5S seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke, kemudian Kaizen dan Gemba.

"5S itu house keeping management, kemudian kaizen itu continue provement, jadi kita enggak pernah puas untuk apa yang sudah kami capai," terangnya di Kantor Pusat Pos Indonesia, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Sementara untuk Gemba, lanjut Gilarsi, merupakan langkah untuk terjun langsung kelapangan guna mencari hambatan-hambatan. Pasalnya sebaik apapun management tidak akan bisa menemukan masalah yang terjadi jika tidak mau terjun kelapangan.

"Itu populernya Pak Presiden Jokowi yakni blusukan. Kita tidak akan menemukan masalah jika kita hanya duduk di meja kantor, kita bisa menemukan masalah jika kita turun kelapangan," imbuhnya.

Dengan mengadopsi ketiga budaya bisnis tersebut, maka melahirkan 6 element fokus Pos Indonesia. Pertama speak with data yakni selalu memberikan gagasan dan argumen dengan data yang akurat. Kedua treat other fairly, memperlakukan seluruh karyawan dengan adil.

"Ketiga, tidak boleh ada policy yang tidak bisa didebati. Kita memperbolehkan jika ada kebijakan yang mungkin lebih baik. Tidak ada yang namanya apa yang disebut direksi ya harus dijalankan, tidak ada yang seperti itu di Pos Indonesia," tambahnya.

Keempat, Pos Indonesia selalu mendorong transparansi dalam menjalankan bisnisnya. Transparansi tersebut ketika ada permasalahan bukan mencari siapa yang salah tapi apa yang salah.

"Kelima learn from the best, kita enggak malu akui Hallo Pos jauh lebih buruk dari Hallo BCA. Kita enggak malu datang ke mereka untuk belajar bagaimana bisa sebaik seperti mereka," tukasnya.

Keenam no complacency, atau tidak pernah puas dengan apa yang dicapai. Dengan keenam elemen tersebut maka akan mampu menggelorakan martabat Pos Indonesia sebagai BUMN yang sempat Citranya pudar seiring hilangnya kebiasaan surat menyurat di Indonesia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini