nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TERPOPULER: Perusahaan Tommy Soeharto Pilih 'Damai' Selesaikan Kerugian

ant, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2016 17:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 05 13 278 1387718 terpopuler-perusahaan-tommy-soeharto-pilih-damai-selesaikan-kerugian-AGsSxmxbZU.jpg Ilustrasi pengadilan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Tiga Humpuss Indonesia, perusahaan milik Tommy Soeharto akan menempuh jalan musyawarah dalam penyelesaian kerugian yang harus dibayar PT Kasih Industri Indonesia (KII) dalam perjanjian kerja sama bisnis batu bara.

Hal itu disampaikan pengacara Tommy, Agus Widjajanto di Jakarta, Jumat (13/5/2016).

"Sebelumnya hari Kamis (12/5) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menolak gugatan PT KII, sehingga PT KII tetap membayar kewajibannya sesuai dengan perjanjian," kata Agus.

Menurut Agus, dengan adanya keputusan pengadilan tersebut, maka PT KII harus mengganti kerugian tersebut.

"Kami sebagai kuasa hukum PT Humpuss Holding Company akan bertemu dengan pihak PT KII untuk membicarakan masalah pembayaran PT KII kepada PT Humpuss," terang Agus.

Menurut Agus, pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif karena keputusan pengadilan sudah ada, dan sekarang PT KII tetap harus membayar kerugian dalam perjanjian bisnis ini.

"Kami bertemu dengan pihak PT KII untuk membicarakan skema pembayaran yang akan dilakukan PT KII," papar Agus.

Dia menceritakan kronologi dari permasalahan ini adalah, kerja sama PT Tiga Humpuss dengan PT KII dalam jual beli batu bara. Namun dalam perjalanan kerja sama ini PT KII terlambat melakukan pembayaran, tapi setelah itu PT KII malah menggugat PT Humpus dengan alasan keadaan yang memaksa.

"PN Jakarta Selatan sudah tepat dengan keputusannya yang mengacu kepada Undang-Undang Perseroan Terbatas yang menyerahkan kepada dua pihak (PT Humpus dan PT KII), maka perjanjian tetap berjalan, dan mereka (PT KII) tetap harus membayar kerugian sebesar Rp201 miliar sesuai audit akuntan publik," terang Agus

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini