Pengusaha Sapi Minta Kenaikan Harga Daging Tak Rugikan Konsumen

ant, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2016 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 13 320 1387589 pengusaha-sapi-minta-kenaikan-harga-daging-tak-rugikan-konsumen-lQhSbBt5yR.jpg Ilustrasi Sapi. (Foto: Okezone)

SEMARANG - Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) berharap kenaikan harga daging sapi menjelang Lebaran jangan sampai merugikan konsumen.

"Kalau kenaikan harga pasti ada, tetapi jangan sampai ini merugikan konsumen," kata Ketua Bidang III PPSKI Bambang WHEP di Semarang, Jumat (13/5/2016).

Menurut dia, bukan berarti harga sapi menjadi murah tetapi paling tidak bisa dijangkau oleh masyarakat. Saat ini, harga daging sapi rata-rata di pasaran Rp110 ribu per kg. Pihaknya memprediksi menjelang Lebaran kenaikan mencapai di level Rp140 ribu per kg.

Dia berharap, kenaikan harga tidak lebih dari itu karena bisa berdampak pada tidak terjangkaunya daya beli konsumen.

Berdasarkan tren di tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga akan mulai terasa pada dua minggu sebelum Ramadhan. Meski demikian, kenaikan harga biasanya terjadi secara bertahap. "Kalau untuk saat ini kenaikan harga daging belum terasa. Bahkan, harga sapi bobot hidup per kilogramnya mengalami penurunan sebanyak Rp1.000per kg," katanya.

Saat ini, harga sapi di level Rp44 ribu per kg bobot hidup. Harga ini turun dari level Rp45 ribu per kg bobot hidup. Sementara itu, terkait dengan kenaikan harga tersebut pihaknya optimistis Pemerintah akan melakukan upaya untuk menekan harga.

Meski demikian, pihaknya berharap agar impor sapi dilakukan dengan hati-hati, salah satunya tidak mengimpor dari negara yang belum bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). "Saya kira pasti ada kiat-kiat untuk mengantisipasi lonjakan harga ini, salah satunya dengan melakukan impor sapi," katanya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini