nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yaman Gelontorkan USD10 Miliar Atasi Konflik dan Bencana Alam

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 15 Mei 2016 10:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 05 15 213 1388788 yaman-gelontorkan-usd10-miliar-atasi-konflik-dan-bencana-alam-MtFZ1s8FtV.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Dalam Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) yang ke-41, Gubernur IDB dari Yaman, Abdul Wahed Al Maitami berbagi kisah tentang kebangkitan negaranya setelah didera dua bencana yang menyebabkan 60 persen masyarakat Yaman berada di bawah garis kemiskinan.

Wahed menjabarkan, bencana pertama yang dimaksudnya adalah konflik perang sipil yang dilakukan antar satu kota di Yaman. Akibatnya, banyak korban berjatuhan dan infrastruktur di Yaman banyak yang rusak parah.

Kala itu pemerintah Yaman sedang berupaya untuk berbenah dari konflik tersebut, namun tak diduga terjadi bencana alam di dua kota di Yaman yang menelan banyak korban dan kerugian materil.

"Dari kedua bencana itu negara kami diidentifikasi sebagai negara yang ketersediaan airnya sangat kurang dan 60 persen masyarakat kami berada di bawah garis kemiskinan. Kita akui ini bukan pekerjaan mudah, terutama di negara kerentanan seperti konflik dan kekerasan," ujar Wahed di JCC, Minggu (15/5/2016).

Wahed melanjutkan, meski dalam perang sipil, pemerintah Yaman tetap menjalankan pembangunan seperti perbaikan infrastruktur dan lainnya. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Yaman menggelontorkan dana hingga USD10 miliar untuk memperbaiki keadaan saat itu.

"Untuk itu kami menghabiskan USD8-10 miliar. Tujuan kami meskipun dalam keadaan konflik melakukan pembangunan supaya ketahanan dan pertahanan di negara kami tetap kuat, karena itu kami anggap ini mendesak dan kami terus lakukan pembangunan," terangnya.

Belajar dari hal itu, menurut Wahid setiap negara yang tergabung dalam IDB perlu bekerjasama terkait kemanusiaan dengan bencana-bencana ini, karena ini sangat penting.

"Untuk bangkit kami juga melakukan kerjasama dengan mitra kami seperti IDB, UNi Eropa, world bank, PBB untuk meminta assesment penilaian dan supaya kami memiliki bantuan keamanan, ketahanan, dan mencapai tujuan berkelanjutan," tukasnya.

Sekedar informasi, hari ini sidang IDB sudah mulai digelar. Sidang tahunan yang digelar di JCC ini, rencananya berlangsung pada 15-19 Mei 2016 dengan menghadirkan perwakilan dari 56 negara anggota termasuk Indonesia. (DNG)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini