nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNPB Minta Perdalam Survei PLTN di Indonesia

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 15 Mei 2016 14:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 05 15 320 1388867 bnpb-minta-perdalam-survei-pltn-di-indonesia-acNQgOF4XU.gif Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Pemerintah dalam 'Kitab Suci' Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2015-2050 memasukan Nuklir sebagai opsi terakhir sumber energi untuk Indonesia. Seluruh anggota Dewan Energi Nasional (DEN) sepakat memasukan Nuklir dalam RUEN dan akan disampaikan kepada Presiden Jokowi.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bernandus Wisnu Wijaya meminta survei Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia untuk diperdalam. Pasalnya, ini terkait bencana akibat hadirnya PLTN di Indonesia.

Nuklir, kata Wisnu, tidak hanya berbicara soal gempa bumi (lokasi PLTN). Tapi, jangan dilupakan juga aspek-aspek manusianya (pembangun PLTN).

"Karena takut kecerobohan, dan sebagainya, ini kan jadi pertimbangan juga. Karena sering kali itu terjadi. Bencana itu sosial bukan masalah teknis. Karena perilaku manusia, semakin tinggi risiko potensi bencana akan semakin terjadi," ujar Wisnu di Jakarta Convention Center, Minggu (15/5/2016).

 [Baca juga: Tunggu Keberanian Pemerintah, PLN Siap Operasikan PLTN]

Wisnu mengatakan, risiko ini bukan hanya faktor alam tapi juga masalah orangnya. Kalau orang bersikapnya kurang bagus maka pengaruhnya akan semakin besar.

Dia menyebut, Bangka Belitung menjadi lokasi aman terhadap gempa. Tapi, apakah aman untuk pembangunan PLTN, Wisnu enggan mengatakan lokasi itu merupakan yang tepat untuk pembangunan Nuklir.

"Kalau saya kapasitasnya menjelaskan ancamannya apa di lokasinya. Apakah ada banjir, angin puting beliung dan sebagainya. Saya tidak bisa mengatakan wilayah-wilayah mana. Pengaruhnya banyak, baik dari sisi ancaman daerah itu apakah tidak pengaruh gempa," ujarnya.

"Menurut saya kerentanan itu faktor manusia. Jadi survei detail dan mengedepankan masalah ini," tambahnya.

(rai)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini