nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Infrastruktur Indonesia Sudah Sangat Ketinggalan

Hendra Kusuma, Jurnalis · Senin 23 Mei 2016 18:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 05 23 320 1395817 infrastruktur-indonesia-sudah-sangat-ketinggalan-wdgh3U9l61.jpg Ilustrasi : Okezone

YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, infrastruktur Indonesia sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, seperti China, Jepang, Singapura, bahkan dengan Malaysia sekalipun.

Jokowi menyebutkan, banyak pembangunan infrastruktur yang sudah diakselerasi sejak beberapa tahun belakangan ini namun realisasinya mandek di tengah jalan, atau terkenalnya hanya sampai dengan proses peletakan batu pertama (groundbreaking).

"Percepatan infrastruktur itu harus, kita sudah sangat ketinggalan," kata Jokowi di Yogyakarta, Senin (23/5/2016).

Jokowi menuturkan, pemerintahan kabinet kerja memiliki mega proyek infrastruktur transportasi yang mengintegrasikan antara Jakarta dengan Bandung, program tersebut adalah kereta cepat. Tapi, realisasi pembangunan tersebut tidak mulus, banyak protes yang disuarakan oleh masyarakat.

 [Baca juga: Jokowi Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Tidak Bisa Ditunda]

"China itu sudah 16 ribu km yang bergeraknya di atas 300 km per jam, kita ini mau nyoba, mau memulai, baru 154 km ramainya bukan main. Ini hal-hal produktif yang harus diselesaikan," tambahnya.

Selain percepatan pembangunan, guna memperbaiki perekonomian nasional yang berdaya saing tinggi, kata Jokowi, pemerintah juga harus membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Pasalnya, Indonesia dibanding dengan negara lain jauh tertinggal dalam membangun SDM.

Untuk mengejar ketertinggalan, sambung Jokowi, Indonesia akan mempercepat mengembangkan sekolah vokasional dan mulai meninggalkan kebiasaan lama seperti BLK. Sebab, BLK hanya menghasilkan ratusan lulusan besertifikat atau masih jauh dari kebutuhan yang jumlahnya mencapai jutaan.

"Oleh karena itu kerjasama pemerintah dengan pengusaha, dan pelaku industri. Untuk maju dan bangsa pemenang itu kita harus bersatu, musuh kita jelas kemiskinan, keterbelakangan, kita ini masih bersaing untuk meraih kemajuan, marilah kita bersatu untuk menjadi pemenang," tutupnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini