KKP Terus Dorong Kakap Putih Jadi Komoditas Unggulan

Agregasi Kamis 26 Mei 2016 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 26 320 1398382 kkp-terus-dorong-kakap-putih-jadi-komoditas-unggulan-yrLzpue1kS.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong kakap putih sebagai komoditas unggulan terbaru di sektor perikanan di Tanah.

Oleh karenanya, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP bersama Komando Armada RI Bagian Barat (Koarmabar) sepakat meningkatkan kerja sama mendorong pengembangan budi daya laut khususnya jenis ikan kakap putih yang potensi pasar di dalam negeri dan mancanegara sangat besar, terutama untuk pasar Australia, Amerika Serikat (AS), Eropa, bahkan negara-negara di Timur Tengah.

“Kakap putih ini merupakan salah satu alternatif komoditas unggulan, selain kerapu. Kerapu harus dijual hidup dengan keterbatasan pasar hanya di Hongkong dan China. Kakap putih bisa diolah ataupun diekspor dalam bentuk berbagai macam bentuk, bisa frozen, filet dan lainnya. Sehingga pangsa pasar kakap putih lebih luas lagi,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto seusai pembukaan panen kakap putih di Belawan

Selain itu, lanjut dia, pemeliharaan kakap putih itu mudah dimana disini adanya sinergi yang bagus, bagaimana memelihara kakap putih yaitu yang pertama memelihara di alam atau lingkungan dan ini sudah sangat me-reduce pakan, dan setelah itu baru dipelihara di keramba jaring apung (KJA) yang memerlukan waktu beberapa bulan saja.

”Sistem ini merupakan sistem yang berkelanjutan dan patut ditiru oleh masyarakat di tempat-tempat lain,” ujar Slamet.

Menurut dia, KKP mengembangkan budidaya kakap putih di berbagai daerah khususnya di Sumatera Utara (Sumut) yang dinilai cocok untuk jenis ikan itu.

"Tahun ini diharapkan produksi kakap putih bisa mencapai 10.000 ton dari tahun 2015 yang masih 8.000 ton, hal ini terus kita tingkatkan komoditas kakap putih ini" ujar dia.

Dalam pembukaan panen di Belawan ini, Slamet juga menyatakan bahwa sesuai dengan kebijakan KKP, pembangunan kelautan dan perikanan diarahkan kepada tiga hal yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kemakmuran. Dan kegiatan yang dilakukan oleh Armabar ini sudah sesuai dengan kebijakan KKP. Kegiatan yang dilakukan ini merupakan sistem aquculture yang berkelanjutan.

“Hutan mangrove yang ada di Belawan dapat dimanfaatkan bukan saja menjaga kelestarian lingkungan, memperbanyak biota hidup sebagai pakan alami dan mencegah erosi,” tambah dia.

Sementara, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Achmad Taufiqoerrochman mengatakan TNI AL siap meningkatkan kerja sama menjaga kedaulatan pangan dengan KKP.

"Kalau sekarang kerja sama masih melingkupi sekitar 20 hektare untuk pengembangan kakap putih di kawasan pengawasan Lantamal I, maka diharapkan nantinya bisa mencapai 40.000 hektare," kata dia.

Menurut dia, TNI bukan hanya berfungsi menjaga kedaulatan Indonesia melalui penjagaan keamanan laut, tetapi juga kedaulatan pangan.

"Kerja sama dengan KKP yang sudah berhasil di berbagai daerah dengan budi daya yang berbeda seperti rumput laut, kepiting, udang dan ikan diharapkan semakin memantapkan fungsi TNI AL untuk menjaga kedaulatan pangan dan penjagaan keamaman negara dari sisi laut," ujar dia.

Dengan banyaknya masyarakat ikut dalam bisnis budi daya laut, lanjut dia, maka kejahatan di perairan laut juga diyakni bisa semakin ditekan karena masyarakat ikut berpartisasi menjaga.

Sedangkan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut, Zonny Waldy, menyebutkan, pada tahun 2014, produksi hasil laut Sumut masih sekitar 45.000 ton atau jauh di bawah potensi yang ada. Masih rendahnya hasil laut, ujar dia, karena sistem budi daya laut belum banyak dikembangkan.

"Mudah-mudahan dengan budi daya, maka produksi perikanan Sumut melonjak tajam. Apalagi nyatanya ikan kakap putih yang dikembangkan pasarnya sangat luas baik di dalam dan luar negeri," kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini