nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Holcim Incar Pasar Sri Lanka dan Bangladesh

Danang Sugianto, Jurnalis · Kamis 26 Mei 2016 19:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 26 320 1398700 holcim-incar-pasar-sri-lanka-dan-bangladesh-rFmeK8DnHz.jpg Ilustrasi Semen Indonesia. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) tahun ini sepertinya lebih fokus untuk menggarap pasar ekspor. Pasalnya pasar penjualan semen di dalam negeri tahun ini diperkirakan akan ada banyak tantangan.

Direktur Keuangan Holcim Indonesia Mark Schmidt mengatakan, perseroan tengah mengincar dua negara untuk memperluas penjualan ekspornya yakni Sri Lanka dan Bangladesh. Saat ini, perseroan baru melakukan ekspor ke Australia

"Kami tidak bisa sebutkan berapa angkanya. Tapi yang jelas kami akan lakukan optimasi produk agar bisa diterima di pasar ekspor," tuturnya di Menara 165, Cilandak, Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Mark mengatakan, produk-produk yang akan diekspor berasal dari pabrik Holcim Indonesia di Cilacap, Jawa Tengah. "Kami akan gunakan fasilitas produk regional," imbuhnya.

Direktur Penjualan Holcim Indonesia Dion Sumedi menambahkan, kondisi berbeda justru terlihat di pasar dalam negeri yang dinilai akan semakin lesu dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab meskipun pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur namun realisasinya belum maksimal.

"Pasar dalam negeri pertumbuhannya tidak seperti yang diharapkan, akan sangat challenging. Karena realisasi dari proyek infrastruktur pemerintah, belum terealisasikan sepenuhnya di lapangan. ‎ Proyek-proyek itu masih dalam perencanaan atau dananya yang masih belum turun. Dana desa juga belum keluar, program 1 juta rumah juga belum banyak terealisasi," terangnya.

Bukan hanya itu, menurut Dion persaingan penjualan semen di Indonesia juga semakin ketat. Pasalnya pemain besar yang terjun di industri ini semakin bertambah. Sementara permintaan akan semen cenderung menurun, alhasil terjadi over suplai di pasar.

"Apa lagi sekarang di dalam negeri kompetitor semakin banyak. Di 2012 hanya 9 pemain, sekarang 19 pemain. Juga masih ada over capacity. Walaupun awal tahun ini dimulai dengan baik, tapi itu karena carry over (proyek) tahun lalu. Jadi penjualan akan tergantung dari realisasi proyek pemerintah, apakah nanti spending-nya akan lebih cepat, jadi susah memberikan kepastian. Mungkin sama seperti tahun lalu setelah lebaran baru akan terasa naik (penjualan)," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini