Share

Proyek Jalan Merusak Jaringan PDAM

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2016 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 31 320 1402330 proyek-jalan-merusak-jaringan-pdam-6a8RKG1U7A.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

TARUTUNG - Selama proses pembangunan jalan di sejumlah kawasan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), ternyata merusak jaringan air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mual Na Tio.

Kerusakan ini diperkirakan menyebabkan kerugian sampai ratusan juta rupiah. Jaringan air bersih milik PDAM Mual Na Tio yang rusak berada di kawasan Simorangkir, Kecamatan Siatas Barita dan Muara, Tapanuli Utara (Taput).

Direktur PDAM Taput, Lamtagon Manalu mengatakan, kerugian PDAM ditaksir mencapai Rp300 juta. Kerugian tersebut meliputi kerusakan di kawasan Simorangkir yang mencapai Rp200 juta dan di kawasan Muara sebesar Rp60 juta ditambah hitungan biaya operasional perbaikan sekitar Rp40 juta.

“Kerusakan tersebut tidak dapat diganti rugi oleh petugas pengerjaan proyek pembangunan jalan. Pasalnya pemasangan pipa yang dilakukan lima tahun lalu tersebut memang di atas tanah negara dan provinsi. Dengan kata lain pihak provinsi tidak mempersiapkan ganti rugi untuk setiap kerusakan di lahan mereka,” terangnya.

Akibat kerusakan jaringan air bersih, saat ini sedikitnya 250 kepala keluarga di kawasan Simorang tidak dapat pasokan air bersih.

Sedangkan di kawasan Muara sedikitnya 60 kepala keluarga juga mengalami hal yang sama. Untuk memenuhi kebutuhan air warga di kawasan tersebut, PDAM Mual Na Tio Tarutung memobilisasi air dengan menggunakan armada tangki serta mendistribusikannya dengan pipa darurat.

“Kalau dari segi penyaluran air tetap ada pasokan tapi dengan sistem darurat. Kami tidak bisa menyalahkan pembenahan jalan, karena kesalahan tersebut ada pada pengelolaan dan pemasangan pipa di waktu lampau,” terangnya.

Saat ini pihak PDAM telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Taput untuk melakukan perbaikan. Apalagi perbaikan kerusakan tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga membutuhkan dana pendukung dari Pemkab Taput.

“Ini sedang kami ajukan. Kami berharap ini tuntas segera agar aliran air ke rumah warga dapat lebih baik,” katanya.

Sementara seorang warga Simorangkir, Candra Sirait, 45, mengatakan, pihaknya berharap agar gangguan jaringan air ke rumah penduduk tidak terulang kembali.

Akibat gangguan tersebut kebutuhan air bersih sulit dipenuhi, terlebih posisi rumah mereka berada di daerah pengunungan.

“Semestinya ada langkah awal, apakah pemasangan pipa baru sebelum dibongkar pipa lama. Gangguan ini sudah sangat meresahkan kami,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini