nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Targetkan Rp13 Triliun, 6 Proyek Siap Ditawarkan ke Investor

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2016 14:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 05 31 320 1402348 targetkan-rp13-triliun-6-proyek-siap-ditawarkan-ke-investor-lclSVjUSgH.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menawarkan sejumlah proyek untuk menarik investasi tahun ini.

Di antaranya pengembangan agrowisata Gunungpati dan Mijen, pengembangan kawasan Bukit Semarang Baru (BSB), pengembangan kawasan Bagian Wilayah Kota (BWK) Kecamatan Pedurungan, kawasan industri meliputi kawasan industri Wijayakusuma, BSB dan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Dengan tawaran proyek-proyek tersebut, hingga triwulan I-2016 realisasi investasi mencapai Rp1,448 triliun dari target Rp13 triliun.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang Sri Martini mengungkapkan hal ini dalam Semarang Bisnis Forum (Sembiz) 2016 di Gedung Moch Ihsan, Balai Kota. Acara ini diikuti sekitar 200 peserta, terdiri atas pelaku usaha, investor, asosiasi usaha BUMD, BUMN, dan lembaga keuangan dari kota/kabupaten se-Jawa Tengah.

Martini menjelaskan sejak tahun pertama pelaksanaan Sembiz telah banyak kesepakatan investasi yang dicapai dengan pihak swasta/investor berupa letterofintent (LoI). Telah banyak LoI yang terealisasi dan sebagian masih dalam tahap proses perizinan.

“Investasi mencapai sebesar Rp1,448 triliun. Rinciannya PMA (penanammodalasing) Rp540,979 miliar dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) Rp907,969 miliar,” papar Sri Martini.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan komitmen untuk peningkatan investasi Kota Semarang. Di antaranya meningkatkan infrastruktur pendukung investasi, ketersediaan informasi dan peluang investasi, peningkatan pelayanan perizinan, dan jaminan kepastian hukum dalam penanaman modal.

Dalam pengembangan infrastruktur jalan, antara lain mengembangkan ring road, radial, fly over Kalibanteng, underpass Jatingaleh, dan tol Semarang-Solo. Untuk memberikan kemudahan perizinan investasi, pemkot juga memiliki terobosan percepatan pelayanan perizinan tiga jam di kawasan industri BSB dan Wijaya Kusuma, serta One Day Service SIUP dan TDP Smart. Pengembangan IT berbasis web juga dilakukan untuk mempermudah alur perizinan.

Meliputi integrasi aplikasi Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE), sistem informasi potensi investasi, pelayanan perizinan online, pelayanan pengaduan online, survei kepuasan masyarakat online, download formulir permohonan, informasi dan kendali proses perizinan, SMS gateway, validasi produk perizinan dengan qr code, integrasi database SIUP dan TDP dengan kementrian perdagangan.

“Forum ini sebagai sarana menginformasikan berbagai kemudahan investasi perizinan dan infrastruktur pendukung Kota Semarang tersebut. Kami juga melakukan koordinasi dengan PT Pelindo, PT KAI, PT Angkasa Pura guna memberikan link jaringan transportasi untuk kemudahan investasi,” ungkap Hendi, sapaan akrabnya.

Ke depan, Pemkot Semarang juga sedang mengkaji pembangunan monorel sebagai salah satu pendukung fasilitas transportasi massal. Penyusunan feasibility study (FS) dan detail enggineering design (DED) tahun ini sedang dilakukan.

Hasil kajian nanti akan ditawarkan kepada investor dan pemerintah pusat untuk bisa semakin mengembangkan Kota Semarang. Pada penutupan Sembiz 2016 ini, tercatat ada penandatanganan LoI dengan nilai investasi Rp300 miliar. Bidang usahanya industri alat pertukangan logam dan properti.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini