Wall Street Melemah Imbas Penurunan Saham Energi

Raisa Adila, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2016 07:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 01 278 1403021 wall-street-melemah-imbas-penurunan-saham-energi-zbGg6rsgBU.jpg Ilustrasi : Reuters

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street bervariasi dan sebagian ditutup melemah untuk mengakhiri Mei 2016. Pelemahan ini dipicu oleh saham energi yang turun cukup dalam.

Melansir Reuters, Rabu (1/6/2016), Dow Jones industrial average turun 86,09 poin, atau 0,48 persen, ke 17.787,13, S & P 500 kehilangan 2,11 poin, atau 0,1 persen, ke 2.096,95 dan Nasdaq Composite .IXIC menguat 14,55 poin, atau 0,29 persen, ke 4.948,06.

Data pada Selasa waktu setempat menunjukkan belanja konsumen AS mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari enam tahun pada bulan April berkat sektor rumah tangga yang meningkatkan pembelian mobil. Sementara laporan lain menunjukkan pasang surut keyakinan konsumen pada bulan Mei.

Saham sektor konsumen .SPLRCS berakhir turun 0,49 persen, sementara saham konsumen discretionary .SPLRCD turun 0,11 persen. Kemudian, saham energi .SPNY memimpin sektor dengan kinerja terburuk, jatuh 0,57 persen, karena harga minyak menetap lebih rendah.

Investor akan mewaspadai melalui data ekonomi, untuk mengukur apakah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve akan menaikkan suku bunga segera setelah pertemuan 14-15 Juni nanti. Pasalnya, the Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga berikutnya bisa saja minggu lagi.

[Baca juga: Wall Street Dibuka Menguat Ditopang Naiknya Belanja Konsumen AS]

"Pasar mulai terbiasa dengan ide tarif berpotensi lebih tinggi dan kenaikan Fed musim panas ini," kata Wakil Presiden Penelitian Ekuitas Global Bel Air Investment Advisors, Aaron Jett.

Anggota Dow, Boeing, merosot 2,4 persen. Raksasa kedirgantaraan itu pada Jumat mengumumkan keterlambatan dalam pengiriman pertama pesawat tanker KC-46 untuk Angkatan Udara AS menjadi Agustus 2017 dari Maret 2017.

Saham perusahaan utilitas listrik AS, Great Plains Energy, anjlok 5,9 persen setelah mengumumkan akan membeli Westar Energy senilai 8,6 miliar dolar AS, menciptakan sebuah perusahaan yang melayani 1,5 juta pelanggan di Midwest. Saham Westar naik 6,4 persen.

Celator Pharmaceuticals melonjak 71,6 persen setelah sepakat untuk diakuisisi oleh Jazz Pharmaceuticals yang berbasis di Irlandia seharga 30,25 dolar AS per saham secara tunai, atau sekitar 1,5 miliar dolar AS. Saham Jazz turun 0,4 persen.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini