Dolar AS Bervariasi di Tengah Data Inflasi Lemah

ant, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2016 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 01 278 1403028 dolar-as-bervariasi-di-tengah-data-inflasi-lemah-h8EX5tNVP1.gif Ilustrasi : Okezone

NEW YORK - Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya di New York pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena data inflasi negara itu gagal mendukung ekspektasi untuk kenaikan suku bunga acuan pada Juni.

Pada Jumat lalu, Ketua Fed AS Janet Yellen mengatakan di Harvard University bahwa kenaikan suku bunga acuan dalam beberapa bulan ke depan mungkin akan tepat jika data ekonomi terus membaik.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa bahwa indeks harga untuk pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), sebuah ukuran untuk tingkat inflasi yang disukai oleh Federal Reserve, hanya meningkat 0,3 persen dari bulan sebelumnya.

Indeks harga PCE inti, tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,2 persen dari bulan sebelumnya dan naik 1,6 persen dari setahun lalu, masih di bawah target bank sentral sebesar dua persen.

 [Baca juga: Dolar AS Perkasa Berkat Komentar Janet Yellen]

Para analis mengatakan angka terbaru itu tidak mendukung spekulasi kenaikan suku bunga utama AS pada Juni.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1139 dari USD1,1114 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,4477 dari USD1,4608. Dolar Australia naik ke USD0,7223 dari USD0,7178.

Dolar dibeli 110,54 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,43 yen pada sesi sebelumnya. Dolar merosot menjadi 0,9930 franc Swiss dari 0,9944 franc Swiss, dan sedikit menguat menjadi 1,3132 dolar Kanada dari 1,3038 dolar Kanada.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini