nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkeu: Pendapatan Negara Turun Rp88 Triliun dalam RAPBNP 2016

Hendra Kusuma, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2016 16:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 02 20 1404627 menkeu-pendapatan-negara-turun-rp88-triliun-dalam-rapbnp-2016-Cvj0PoWpv3.gif Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2016 kepada Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam draf yang diajukan, terdapat beberapa klausul perubahan dari yang sebelumnya atau pada APBN 2016 telah ditetapkan.

Bambang menyebutkan, klausul perubahan terjadi pada target pendapatan negara yang turun Rp88 triliun dari Rp1.734,5 triliun menjadi Rp1.822,5 triliun di RAPBNP 2016.

"Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan dalam negeri Rp1.732,5 triliun, dan penerimaan dari hibah Rp205,4 triliun," kata Bambang di Ruang Banggar DPR, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Bambang menuturkan, revisi target pada APBN 2016 juga terjadi pada belanja negara yang sebelumnya Rp2.095,7 triliun menjadi Rp2.047,8 triliun pada RAPBNP 2016.

Di mana, kata Bambang, target belanja negara itu terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.289,5 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp758,3 triliun.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, pemerintah juga mengusulkan adanya perubahan target defisit anggaran terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam RAPBNP 2016. Di mana, defisit anggaran diusulkan menjadi 2,48 persen dari PDB dari APBN 2016 yang sebesar 2,15 dari PDB.

Untuk pembiayaan anggaran pada RAPBNP 2016, kata Bambang, diusulkan Rp313,3 triliun dari yang sebelumnya atau pada APBN 2016 sebesar Rp273,2 triliun. "Pembiayaan berasal dari dalam negeri Rp315,9 triliun dan pembiayaan dari luar negeri Rp2,5 triliun," tandasnya.

Diketahui, asumsi makro ekonomi pada RAPBNP 2016 juga ada beberapa yang mengalami perubahan, untuk pertumbuhan ekonomi pada RAPBNP 2016 tetap dipatok 5,3 persen atau tetap, Inflasi 4,0 persen atau menurun dari APBN 2016 yang sekira 4,7 persen, tingkat suku bunga SPN 3 bulan 5,5 persen atau tetap, nilai tukar Rupiah Rp13.500 per USD atau turun dari yang sebelumnya Rp13.900 per USD.

Sedangkan harga minyak mentah dipatok USD35 per barel atau turun dari APBN 2016 yang sebesar USD50 per barel, lifting minyak sebesar 810 ribu barel per hari atau menurun dari yang sebelumnya diketok 830 ribu barel per hari, dan lifting gas sebesar 1.115 ribu barel setara minyak per hari juga menurun dari APBN 2016 sebesar 1.155 ribu barel setara minyak per hari.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini