nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HOT PROPERTY: Bisnis Tempat Kos Bakal Dikenakan Pajak

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 03 Juni 2016 20:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 06 03 470 1405847 hot-property-bisnis-tempat-kos-bakal-dikenakan-pajak-qUsaiPgaQy.jpg Ilustrasi: Shutterstock

CIANJUR - Bisnis tempat kos menjadi kian menarik seiring dengan bertambahnya kebutuhan akan hunian. Apalagi kos-kosan yang berada di dekat pusat aktivitas seperti kawasan industri misalnya.

Untuk itu, Dinas Perpajakan Daerah (Disperda) Kabupaten Cianjur akan melakukan pendataan terhadap kos-kosan terkait rencana akan dikenakan pajak. Sebab saat ini banyak berdiri tempat kos-kosan akibat dari maraknya pembangunan pabrik industri di Kabupaten Cianjur.

Kepala Bidang Potensi Pajak Daerah Disperda Kabupaten Cianjur Gagan Rusganda mengatakan, dengan bertumbuhnya bisnis tempat kos menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah.

Selain itu dia juga mengatakan akan melakukan pendataan pemutakhiran piutang pajak, yang meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, galian, air bawah tanah, hingga sarang burung walet.

Pendataan mengacu kepada UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

"Pengenaan pajak kos-kosan yang dikenakan pajak, yakni kos-kosan yang memiliki 11 kamar ke atas. Sedangkan besaran pa jak yaitu 10 persen dari dasar pengenaan pajak," sebutnya.

Di wilayah Kabupaten Cianjur, kos-kosan kebanyakan berada di daerah industri yaitu di wilayah kecamatan Sukaluyu dan Mande. Sisanya di wilayah Cianjur Kota seperti kos-kosan ma hasiswa di Pasir Gede, rumah sakit Cianjur, dan Pamoyanan Cianjur Kota.

Selain itu, dilakukan juga pen dataan yang menyangkut piutang hotel, reklame dan restoran. Jika masih nunggak pajak, pihaknya akan memberikan denda per satu bulan 2 persen atau maksimal 24 persen dalam satu tahun.

“Kami tidak akan main main, jika menunggak pajak kita denda sesuai presedur,” katanya. Sedangkan pajak yang ma sih dibawah tahapan, yaitu pajak hotel, hiburan, reklame, galian c, dan pajak bumi bangunan (PBB). Sedangkan di atas tahapan, yaitu pajak parkir, restoran, dan sarang walet.

Dia mengatakan, pada tahun 2016 ini, Disperda Cianjur menargetkan dapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp132 miliar dari sektor pajak dari total keseluruhan pajak.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini