nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPPU Beberkan Alasan Harga Daging Sapi Mahal

Hendra Kusuma, Jurnalis · Senin 06 Juni 2016 13:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 06 06 320 1407433 kppu-beberkan-alasan-harga-daging-sapi-mahal-h67ODvfFq9.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebutkan, tingginya harga daging sapi belakangan ini lebih dikarenakan keakuratan data kebutuhan daging sapi di Indonesia yang masih belum akurat.

Ketua Komisioner KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, tingginya harga daging sapi di Indonesia juga disebabkan oleh penentuan kuota yang diberikan kepada para importir.

"Apakah kuota yang ditetapkan kan pemerintah sekitar 500.000 ekor sapi bakalan, apakah benar-benar sesuai, kan kuota jatah. Karena database daging sapi antar kementerian kan masih berbeda, tidak tahu," kata Syarkawi di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (6/6/2016).

Syarkawi menuturkan, sejauh ini KPPU telah memberikan dukungan kepada 32 Feedlooter dengan denda yang totalnya Rp107 miliar. Apalagi, sambung Syarkawi, masalah data besaran konsumsi daging sapi per kapita juga masih belum sinkron.

"Misalnya, data kantor menko, besaran konsumsi daging sapi kita mencapai 2,61 kg per kapita per tahun, tapi kementerian pertanian menyebutkan hanya 1,75 kg per kapita per tahun," tambahnya.

Data tersebut, kata Syarkawi, memiliki dampak kepada pemenuhan kebutuhan daging sapi secara nasional. Jikalau dari konsumsi per kapita sudah ada perbedaan, maka dalam menentukan kuota juga tidak akan berjalan dengan baik.

"Kalau dasar penentuan kuota masih simpang siur pasti besaran akan itu juga," katanya.

 [Baca juga: Tekan Harga Pangan, Pemerintah Harus Benahi Sistem Distribusi]

Selanjutnya, kata Syarkawi, mengenai rantai distribusi daging sapi yang harus dibenahi oleh pemerintah. Selama ini, sapi selalu masuk ke Feedloter, lalu ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH), lalu ke ritel, dan baru sampai kepada konsumen.

Menurut Syarkawi, pada rantai distribusi mulai dari Feedloter ke RPH ada perantara, dan dari RPH ke ritel juga ada keterlibatan perantara. Oleh karena itu, sambung Syarkawi, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan sulit menerapkan harga daging sapi sebesar Rp80 ribu jikalau sistem distribusi dan data kebutuhan tidak dibenahi.

"Mau tidak mau, kalau mau cepat harus ada anggaran yang disiapkan. Makanya Pak Jokowi bikin kapal ternak itu sudah bagus," tukasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini