nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MenPAN: Ada PNS yang Absen Sampai 100 Hari

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2016 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 06 07 320 1408650 menpan-ada-pns-yang-absen-sampai-100-hari-1dJv3Q69eZ.jpg Ilustrasi PNS. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah tengah menggodok rasionalisasi alias pemecatan 1 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sebagai pihak yang ditunjuk, tengah menghitung jumlah pemangkasan secara bertahap dalam waktu tiga tahun hingga 2019.

Menteri PANRB Yuddy Chrisnandy mengatakan, kebijakan ini telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Rasionalisasi ini diyakini tidak akan secara drastis dilakukan karena akan menimbulkan keguncangan yang besar terhadap PNS di Indonesia. (Baca Juga: 'Pecat' 1 Juta PNS, Jokowi: Kira-Kira seperti Itu)

Pasalnya, tiap tahunnya ada 120 ribu PNS yang memasuki usia pensiun. Sehingga, diperkirakan pada tiga tahun mendatang ada 500 ribu orang yang memasuki usia pensiun. Bila kebijakan moratorium PNS dijalankan hingga tiga tahun mendatang, jumlah PNS di Tanah Air sudah berkurang menjadi 4 juta orang.

"‎Masih lebih 500 ribu (PNS). Kalau kita rasionalkan 500 ribu orang tetap 3,5 juta. Tapi tentu tidak akan memperbaiki kinerja sumber daya aparatur," kata dia di Istana, Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (7/6/2016).

"Karena apa? Presiden bilang kita sedang bersaing dan kompetisi dan global competitive index kita tertinggal jauh dengan negara lain. Harus ada salah satu loncatan," jelas dia. (Baca Juga: Jokowi Tegaskan PNS Tak Perlu Anggaran Banyak)

Dia melanjutkan, salah satu upaya loncatan tersebut adalah dengan menelaah aduan masyarakat soal PNS yang malas, berkinerja rendah, disiplin rendah itu akan dievaluasi.

"‎Dari laporan yang masuk ke saya banyak PNS yang absen sampai 100 hari dalam setahun. 35 hari absen saja bisa kena sanksi. 45 hari bisa diberhentikan. Ini bisa 100 hari tidak masuk. Ini semua kita tegakkan. Tidak mungkin kita mempertahankan pegawai dengan disiplin yang rendah," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini