Share

Petani Tambak Udang Meradang

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2016 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 10 320 1411539 petani-tambak-udang-meradang-FZio5sWwnP.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

PURWOREJO - Akibat gelombang pasang yang terjadi pada Rabu 8 Juni 2016 pagi, sejumlah petani tambak udang meradang. Berdasarkan pantauan KORAN SINDO YOGYA, hampir seluruh bangunan kolam rusak total karena tersapu gelombang dan tertutup pasir pantai.

Petani tambak udang Pesisir Pantai Ketawang, Kecamatan Grabag, Gagak Wardoyo mengungkapkan, hampir sebagian besar petambak udang mengalami kerugian akibat gelombang pasang. Selain rusaknya kolam, ribuan benih udang hilang karena tersapu air laut.

“Kondisi saat itu ada yang baru saja selesai menabur benih udang di kolam masing-masing. Ada pula yang udang sudah berumur dua bulan hilang terbawa air,” ungkap Gagak.

Kondisi itu terutama dialami para petambak udang yang kolamnya berada pada ring satu, yakni kolam yang sangat dekat dengan bibir pantai. Akibatnya, ratusan kolam udang saat ini dilakukan panen dini.

“Kami terpaksa memanen dini udang-udang kami. Kami khawatir gelombang pasang kembali datang dan memusnahkan udang piaraan kami,” ujar Gagak.

Kondisi Pantai Ketawang juga mengalami kerusakan beberapa fasum. Empat gazebo yang disediakan untuk para pengunjung pantai roboh. Meski tidak ada korban jiwa, tapi diperkirakan kerugian para petani tambak udang mencapai ratusan juta rupiah.

Berbeda dengan Yunianto, petani tambak di kawasan Purwodadi. Dia mengaku beruntung karena masih bisa melakukan panen. “Saya kebetulan memanen udang saya tiga hari sebelum terjadinya gelombang pasang. Tidak ada firasat apapun, Cuma kebetulan,” ungkap Yunianto.

Warung Tak Berizin Tak Mendapat Ganti Rugi

Sejumlah warung makan di beberapa obyek wisata di Pesisir Selatan Kabupaten Purworejo yang mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang pasang pada Rabu pagi terancam tidak dapat bantuan dari pemkab setempat. Pasalnya, pihak pemkab menegaskan bahwa status warung yang berdiri di sepanjang pantai selatan, tidak berizin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Budi Hardjono mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah menafsir jumlah kerugian yang diderita setelah gelombang pasang air laut merusakkan sejumlah fasilitas umum (fasum) dan sejumlah warung makan.

“Kami mendata jumlah kerugian yang berkait dengan kerusakan fasilitas umum. Kenapa? Karena itu adalah tanggung jawab kami. Tapi untuk warungwarung yang rusak, kami tidak bisaberbuatapa-apa,” kata Budhi.

Meski persoalan fasum dan sejumlah warung makan adalah wewenang satuan kerja yang lain, seperti Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata (Deperindagpar), tapi, lanjut Budhi, setahu kami warungwarung tersebut tidak berizin.

“Bagaimana kami mau memberikan bantuan atas kerusakan itu kalau mereka saja mendirikan warung tidak berizin,” ucap Budhi.

Terpisah Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Catur menerangkan, tidak satu pun ada izin yang dia keluarkan untuk sejumlah warung atau bangunan di sejumlah pantai di Purworejo.

“Seingat saya, saya belum pernah mengeluarkan izin, baik IMB, SIUP, atau izin lainnya di tanah lokasi pantai. Mungkin karena itu tanah milik negara, jadi kami tidak berwenang,” papar Catur.

Ditambahkan, mayoritas tanah di kawasan pesisir adalah tanah milik negara. Sehingga, untuk izin bukan wewenang pemkab. Pemkab berwenang memberikan izin jika itu di atas tanah milik pemkab setempat.

Sementara itu, Bupati Purworejo Agus Bastian saat mengunjungi sejumlah lokasi yang terdampak gelombang pasang mengingatkan bahwa fenomena alam patut menjadi perhatian seluruh masyarakat Purworejo. Pihaknya pun berjanji ingin mengembalikan fasumfasum yang rusak akibat dihantam gelombang laut yang pasang tersebut.

“Khusus untuk Pantai Jatimalang di Kecamatan Purwodadi, saya berkomitmen akan segera membenahinya dan segera melengkapi fasilitas yang lebih memadai. Target satu bulan ini, sejumlah kerusakan akan kami benahi agar masyarakat bisa memanfaatkannya menjelang liburan Hari Raya Idul Fitri nanti,” ungkap Bupati Purworejo Agus Bastian.

Pemkab setempat juga berjanji segera membangun jembatan darurat untuk menghubungkan Pantai Keburuhan. “Jembatan yang patah di Pantai Keburuhan sangat penting untuk akses ke lokasi pantai. Materialnya sudah siap, saya sudah minta seluruh jajaran terkait untuk segera melakukan perbaikkan jembatan agar bisa dilalui masyarakat yang hendak berwisata ke Pantai Keburuhan,” tandas Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini