nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelanggaran THR Buruh Perlu Diantisipasi

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2016 11:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 15 320 1415593 pelanggaran-thr-buruh-perlu-diantisipasi-6rJ7h3MMJ4.jpg Ilustrasi : Okezone

KUDUS – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Kudus mendesak Dinsosnakertrans setempat mengantisipasi kemungkinan terjadinya pelanggaran saat pembayaran tunjangan hari raya (THR) buruh perusahaan rokok yang kondisinya kolaps.

Upaya antisipasi itu mendesak dilakukan agar buruh rokok itu tetap mendapatkan hak-haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Koordinator KSBSI Kudus Slamet Machmudi mengatakan upaya antisipasi ini ibarat jaring pengaman agar buruh rokok yang kondisi perusahaannya kolaps tetap menerima haknya.

Sebab selama belum ada pemutusan hubungan kerja (PHK), maka buruh itu masih berhak mendapat THR. “Jangan sampai muncul gejolak buruh terkait pembayaran THR,” kata Machmudi kemarin. THR merupakan hak normatif yang diterima buruh, disesuaikan masa kerja dengan besaran didasarkan ketentuan tidak boleh di bawah upah minimum kabupaten (UMK).

Tahun 2016, UMK Kudus sebesar Rp 1.608.000 per bulan. Machmudi mencontohkan soal buruh pabrik rokok Gentong Gotri, Kudus. Tiap tahun ratusan buruh pabrik rokok ini yang didominasi perempuan selalu menggelar aksi menuntut pembayaran THR dari perusahaannya.

Kabid Perselisihan Hubungan Industrial Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kudus, Wisnu Broto Jayawardana mengatakan pihaknya telah mengirim imbauan kepada seluruh perusahaan agar membayar THR kepada buruh selambat-lambatnya H-7 sebelum lebaran Idul Fitri.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini